Haryadi Ajak ASN Jadi Agen Sosialisasi Sensus Penduduk 2020

YOGYA, KRJOGJA.com – Sensus Penduduk Online (SPO) yang baru digulirkan pada tahun ini menjadi momentum partisipasi publik dalam roda pembangunan. Walikota Yogya Haryadi Suyuti pun mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal di Kota Yogya agar mampu menjadi agen sosialisasi bagi masyarakat di sekitarnya.

Haryadi mengaku, sensus penduduk bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik (BPS) semata melainkan juga seluruh lapisan masyarakat. “Sekarang ada kesempatan untuk melakukannya secara online. Di manapun dan kapanpun kita bisa dengan mudah melakukannya,” katanya usai menyelesaikan SPO 2020 di rumah dinasnya, Rabu (11/3/2020).

Cukup dengan mengakses laman sensus.bps.go.id, lanjutnya, tiap Kepala Keluarga (KK) bisa memutakhirkan data kependudukannya. Terlebih dahulu harus menyiapkan nomor KK dan KTP untuk login serta buku nikah untuk mengisi salah satu kolom pertanyaan.
Didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogya Lucy Irawati, Haryadi mengaku database yang ada dalam KK dan KTP secara otomatis akan terinput. Dengan demikian, kepala keluarga tinggal menyempurnakan draft pertanyaan yang sudah disediakan. “Saya imbau ASN segera melakukan SPO. Jadilah contoh di masyarakat. Sehingga bisa memahami dan mengerti serta menjadi tempat bertanya jika ada warga yang kesulitan,” imbuhnya.

SPO 2020 sudah digulirkan sejak 15 Februari lalu dan akan berakhir pada 31 Maret 2020. Dua pekan waktu yang masih tersisa kali ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Haryadi pun akan mengumpulkan para camat serta lurah agar ikut menggerakkan warganya untuk segera melakukan SPO. Meski ada kesempatan disensus secara manual pada 1-31 Juli mendatang namun SPO menjadi bukti partisipasi publik. “Privasi datanya akan lebih terjamin. Bagi warga Kota Yogya yang sedang di luar kota juga bisa melakukannya. Tak perlu harus dengan komputer, cukup melalui gadget atau smartphone sudah bisa,” tandasnya.

Total ada 137.933 KK di Kota Yogya yang datanya tercatat dalam database Dindukcapil. Data penduduk yang sudah update melalui sensus penduduk, akan menjadi pedoman dalam setiap kebijakan pemerintah. Data yang validitasnya kuat otomatis mendorong kebijakan yang tepat sasaran.

Sementara Kepala BPS Kota Yogya Harjana, mengungkapkan partisipasi masyarakat sudah cukup baik. Pihaknya bahkan kerap diundang kelompok masyarakat untuk mendampingi proses pengisian SPO secara kolektif. “Dalam beberapa pertemuan warga di wilayah, kami kerap diminta hadir. SPO sebenarnya sangat memudahkan. Apalagi warga Kota Yogya sudah familiar dengan internet,” akunya.

Sedangkan dari 137.933 KK di Kota Yogya, pihaknya hanya menargetkan sekitar 35.000 KK yang melakukan SPO. Sisanya akan disensus secara manual dengan mendatangi setiap keluarga di rumahnya masing-masing. Kepala keluarga yang sudah melakukan SPO namun ada data yang belum update, tetap akan diwawancarai untuk konfirmasi. Hasil sensus penduduk baik melalui online maupun manual akan diintegrasikan dalam tabulasi data secara nasional. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI