Hilangkan Kesan ‘Yogya Kota Nuthuk’, Perlu Tindakan Konkrit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pariwisata DIY saat ini sedang menjadi sorotan, setelah munculnya wisatawan yang menjadi korban mahalnya harga warung lesehan di salah satu kawasan Malioboro. Meski pemilik warung sudah meminta maaf, namun perlu tindakan konkrit dari pemerintah terkait agar persoalan tidak terjadi. Tidak hanya di sektor kuliner, juga parkir hingga jasa layanan lainnya.

“Sebetulnya sudah lama tidak terdengar ada perdagang kuliner yang nuthuk wisatawan. Namun kali ini muncul lagi dan malah viral di media sosial. Kita kecolongan,” ujar Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto kepada KRJOGJA.com, Rabu (2/6/2021) menanggapi pertanyaan terkait antisipasi munculnya kembali praktik nuthuk harga pada wisatawan.

Dikemukakan Danang, perlu langkah konkrit agar praktik nuthuk tidak terulang kembali di masa mendatang. Langkah itu diikuti dengan pengawasan dan sanksi tegas, baik dari pemerintah maupun dari lingkungannya, atau kelompoknya. “Karena tidakan nuthuk membawa dampak kurang baik bagi nama Yogyakarta sebagai daerah kunjungan wisata terkemuka. Apalagi saat ini, di masa pandemi, Yogyakarta membutuhkan datangnya wisatawan.

BERITA REKOMENDASI