Hindari Kasus ‘Nuthuk’ Tarif Parkir, Semua Harus Ikuti Aturan

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi ‘nuthuk’ tarif parkir bus pariwisata yang sempat viral di media sosial ternyata ada dugaan ulah oknum kru bus yang melakukan mark up. Agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, semua harus mengikuti aturan. Termasuk kewajiban bus pariwisata yang harus masuk ke Terminal Giwangan untuk menuju Kota Yogya.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan jika setiap bus pariwisata yang hendak menuju Kota Yogya masuk ke Terminal Giwangan terlebih dahulu maka kejadian tarif parkir ‘nuthuk’ dapat diantisipasi. “Bagi yang masuk Giwangan pasti melalui pemeriksaan dulu. Diskrining identitas kesehatan seluruh rombongan. Kalau sesuai ketentuan dan dinyatakan sehat akan diberikan stiker dan diarahkan menuju tempar parkir resmi,” terangnya, Kamis (20/1/2022).

Oleh karena itu Pemkot juga tengah menelusuri apakah bus pariwisata yang dikenai tarif parkir di atas ketentuan tersebut mengantongi stiker atau tidak. Jika tidak memiliki stiker maka dipastikan tidak melewati proses skrining di Terminal Giwangan. Armada pariwisata yang tidak menjalani skrining saat masuk Kota Yogya dipastikan merupakan bentuk pelanggaran. Hal ini karena rombongan wisatawan termasuk kru bus tidak terjamin kondisi kesehatannya.

“Kalau memang tidak mau masuk Terminal Giwangan berarti sengaja tidak ikut aturan yang ada. Tidak diskrining serta parkirnya pun tidak di tempat yang resmi. Makanya kita juga dalami bus itu ada stikernya atau tidak. Kalau tidak berarti busnya melanggar, krunya melanggar dan pimpinan rombongannya juga melanggar,” papar Heroe.

BERITA REKOMENDASI