Hindari Kasus ‘Nuthuk’ Tarif Parkir, Semua Harus Ikuti Aturan

Di samping itu, hasil dari klarifikasi pihak kepolisian terhadap juru parkir di Jalan Margo Utomo, ternyata ada mark up dari pihak kru bus. Dalam kwitansi tertulis tarif Rp 350.000 untuk jasa parkir, kebersiha, air cuci bus serta kamar mandi kru. Akan tetapi hal itu atas permintaan kru bus sedangkan juru parkir hanya mengantongi Rp 150.000.

“Ini makanya saya harapkan masyarakat terutama yang menyebarkan ke media sosial harus cermat. Dalam beberapa kasus, mark up parkir ini ternyata banyak yang kesalahannya bukan pada tukang parkir. Tapi kru atau bahkan pimpinan rombongan yang meminta kwitansi dinaikkan,” imbuhnya.

Kendati demikian, Heroe menegaskan, tindakan mark up maupun tarif ‘nuthuk’ tetap tidak bisa dibenarkan. Tindakan mark up bisa berujung pada penipuan, sedangkan ‘nuthuk’ dapat dinilai bentuk pemerasan. Kedua tindakan tersebut pun merupakan tindak pidana dan akan ditempuh oleh Pemkot Yogya agar memberikan efek jera.

Heroe mengaku, pihaknya akan melihat secara jernih persoalan tersebut. Terutama guna menilai bentuk pelanggarannya apakah dilakukan oleh kru bus, juru parkir atau pimpinan rombongan. “Ini supaya kita lihat agar orang harus hati-hati. Karena bisa jadi persoalan ini sengaja diunggah karena persaingan antar kota berkaitan dengan destinasi wisata. Kita tidak akan mentolerir adanya pelanggaran,” katanya.(Dhi)

BERITA REKOMENDASI