Hindari Petani Padi Merugi, DPKP DIY Prakirakan Serangan OPT Utama

YOGYA, KRJOGJA.com – Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Utama tanaman padi di DIY diperkirakan akan terjadi serangan Penggerek Batang Padi seluas 1.401 Hektare (Ha), Tikus 496 Ha, Wereng Batang Coklat (WBC) 85 Ha, Tungro 9 Ha dan Bacterial Leaf Blight (BLB) seluas 1.029 Ha pada musim hujan Oktober 2021 hingga Maret 2022. Dengan adanya prakiraan serangan OPT Utama pada tanaman padi di DIY ini, diharapkan dilakukan antisipasi di tingkat lapang dan instansi terkait.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli Madya Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) DIY DAA Pertiwi mengatakan pihaknya senantiasa melakukan berbagai upaya guna menekan perkembangan serangan OPT tersebut. Upaya tersebut agar tidak terjadi seperti yang diramalkan atau diprediksi.

“Upayanya berupa pengamatan rutin, pengelolaan agroekosistem yang baik, pengendalian secara preemtif dan responsif, gerakan pengendalian dilakukan secara serempak, penggunaan bahan pengendali ramah lingkungan, dan penggunaan pengendali OPT kimia sintetik dilakukan sebagai alternatif terakhir. Ramalan atau prakiraan serangan ini, merupakan early warning system dalam menyusun strategi pengendalian yang cepat dan tepat,” tuturnya di Yogyakarta, Minggu (9/1/2021).

Pertiwi menyampaikan kegiatan prakiraan serangan ini diperlukan, karena adanya perbedaan antara keadaan dan waktu serangan sehingga dibutuhkan suatu kebijakan baru. Apabila perbedaan waktu tersebut panjang, maka peran prakiraan menjadi penting dan sangat dibutuhkan, terutama dalam penentuan kapan diperkirakan akan terjadinya suatu peristiwa serangan hama dan penyakit.

“Supaya dapat mempersiapkan tindakan-tindakan yang diperlukan atau antisipasi, meningkatkan produktivitas tanaman serta menjaga kelestarian lingkungan. Dimana upaya-upaya tersebut dapat memperkecil resiko dalam usahatani secara efektif dan efisien,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI