Hunian Hanya 10 Persen, Hotel di Yogya Terpuruk

YOGYA, KRJOGJA.com – Setelah ditetapkan darurat Corona, kondisi perhotelan DIY semakin terpuruk. Di bulan Maret per 24 Maret okupansi rata-rata di kisaran 10 persen dan terus merosot setiap harinya. Jauh merosot dibanding Febuari dengan tingkat hunian rata-rata 50 persen.

“Dari 74 hotel berbintang yang memberikan kontribusi loss data tercatat jumlah loss RNO (Rooms Night Occupied atau jumlah kamar yang terisi) yang cancel (batal) mencapai 50.427 rooms night atau kerugian mencapai Rp 46.590.561.732 (Rp 46,5 M lebih). Data ini masih akan terus bertambah mengingat bulan Maret sebenarnya banyak sekali kegiatan di DIY khususnya MICE (Meeting Incentive Convention & Exibithion),” jelas Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Herryadi Baiin kepada KRJOGJA.com, Rabu (25/3/2020) malam.

Herryadi yang juga Wakil Ketua Bidang Perhotelan PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) DPD DIY ini menyebutkan dalam kondisi ini, hotel-hotel sudah tidak lagi menggunakan tenaga daily worker (tenaga harian) dan juga out sourching sejak 14 Maret sebagai langkah-langkah penghematan.

“Beberapa hotel bahkan sudah menerapkan cuti tidak dibayar. Kemudian menghadapi bulan April dan memasuki bulan suci Ramadan dengan Covid-19 masih menjadi momok bagi semua orang, kami prediksi tingkat hunian bisa 0 persen – 5 persen ini yang menjadi titik terendah dan suramnya industri perhotelan,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI