Hutang Menumpuk, Pedagang Malioboro Ingin Diperbolehkan Jualan Usai 20 Juli

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Pedagang dan komunitas Malioboro mengirimkan surat pada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Senin (19/7/2021). Mereka meminta boleh berjualan kembali di Malioboro selepas PPKM Darurat selesai pada 20 Juli besok.

Ketua Paguyuban PKL Malioboro-Ahmad Yani (Pemalni) Slamet Santoso mengatakan para pedagang memahami sepenuhnya pentingnya kebijakan pemerintah menjaga kesehatan warga melalui penerapan PPKM. Namun, kebijakan tersebut semestinya dijalankan dengan mempertimbangkan dampak negatif bagi sendi-sendi kehidupan dan ekonomi pedagang maupun seluruh komunitas di kawasan Malioboro.

“Saat ini ribuan Pedagang Kaki Lima yang mencari nafkah di kawasan Malioboro, hari ini dalam kondisi sekarat. Penghasilan macet total, sehingga beban dampak ekonomi akibat covid-19 yang selama ini sudah berat, terasa bertambah berat ratusan kali lipat. Modal tergerus habis. Hutang-hutang tidak terbayar dan terus bertambah. Pemenuhan kebutuhan keluarga dalam kondisi kritis. Belum lagi, dampak sosial dan psikologis yang mengikuti,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI