Imbas Covid-19, Harga Gabah Terancam Turun

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski harga gabah saat ini masih normal. arena di sebagian daerah, gabah masih dihargai cukup tinggi. Namun akibat adanya pandemi Covid-19 kemungkinan harga gabah akan terus mengalami penurunan hingga bulan Mei 2020.

Hal itu lantaran situasi distribusi beras yang mengalami gangguan akibat wabah Covid-19, sehingga terjadi penumpukan beras di daerah sentra. Untuk itu perlu disiapkan sejumlah strategis guna menjaga stabilitas dari harga gabah, supaya kerugian yang kemungkinan dialami petani bisa ditekan.

“Musim panen raya padi (gabah) akan tercapai puncaknya pada bulan April ini. Apabila dilihat dari sisi produksi memang terjadi kenaikan hasil padi dan langkah pemerintah sudah bagus dengan cara menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) melalui Peraturan Menteri Perdagangan No 24 th 2020 yaitu dengan harga Rp 4.200 Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp 4.250 tingkat penggilingan, atau Rp 5.250 Gabah Kering Giling (GKG) dan Rp 5.300 di Bulog. Hal tersebut diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani padi,” kata pengamat pertanian dari Akademi Pertanian (Apta) Yogyakarta, Supriyati MP di Yogyakarta, Minggu (19/4/2020).

BERITA REKOMENDASI