Indikasi Pelanggaran Tata Ruang Cenderung Naik

YOGYA, KRJOGJA.com – Indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang di DIY masih ada dan jumlahnya cenderung meningkat. Dari data audit pemanfaatan tata ruang di tiga daerah yaitu Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Yogya tahun 2019 ditemukan adanya indikasi pelanggaran di 12 titik. Terdiri 1 titik di wilayah Kota Yogya, 9 titik di Sleman dan 2 titik di Bantul. Jumlah tersebut ternyata meningkat pada 2020, menjadi 59 titik. Yaitu 23 titik di Kota Yogya, 22 titik di Sleman dan 14 titik di Bantul.

Menurut Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang, Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dr Andi Renald ST MT, indikasi pelanggaran pemanfaaatan tata ruang di Kota Yogya kebanyakan terjadi di sempadan sungai yang dijadikan permukiman. Sedangkan di Sleman kebanyakan penyalahgunaan lahan pertanian tanaman pangan untuk permukiman. Adapun indikasi pelanggaran di Bantul kebanyakan ditemukan di sempadan sungai.
“Kebanyakan titik pelanggarannya di sempadan sungai yang dijadikan permukiman,” kata Andi kepada KRJOGJA.com, Kamis (26/11/2020).

BERITA REKOMENDASI