Industri Pariwisata DIY Butuh Bantuan Pemda, Rugi Rp 10 Triliun Akibat Pandemi

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Industri pariwisata DIY mengalami kerugian sebesar Rp 10 triliun terhitung sejak 16 bulan pandemi Covid-19 berlangsung. Selama itu pula, pelaku industri pariwisata belum melihat adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY yang benar-benar bersifat supporting bagi pelaku pariwisata di DIY guna bertahan hidup apalagi untuk bangkit. Industri pariwisata benar-benar butuh bantuan dan langkah nyata dari Pemda supaya tidak kolaps.

“Jumlah Rp 10 triliun tersebut baru kerugian yang dialami langsung industri pariwisata seperti yang dijalankan temen-temen dari 22 asosiasi pariwisata yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY. Jika ditambah dengan dampak ikutan terhadap ekosistem turunan pariwisata, seperti UMKM dan industri kreatif lainnya, jumlah kerugiannya bisa mencapai Rp 25 triliun,” tutur Ketua Umum DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setya Aji dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Bobby mengatakan tidak lebih dari satu hingga dua usaha jasa pariwisata (UJP) yang masih bisa bergerak saat ini. Itu pun tidak bisa maksimal dan menutupi biaya operasional, maka pihaknya sangat berharap Pemda untuk membantu pelaku industri pariwisata bisa bertahan. Tidak terkecuali, penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai PPKM Level 4 ini diharapkan dilengkapi dengan solusi agar industri serta masyarakat dapat bertahan dan implementatif terhadap regulasi ini.

“Kami belum memperoleh solusi apapun sehingga semakin banyak teman-teman di industri ini tutup selama ini, baik temporary closed maupun permanently closed. Harus ada pemberian bantuan (stimulus) langsung kepada pelaku industri dan profesi. Jika tidak, kami benar-benar akan kolaps tahun ini,” tandas Bobby.

BERITA REKOMENDASI