Industri Perhotelan DIY Terguncang, Tingkat Hunian Menukik Tajam

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat hunian atau okupansi perhotelan baik bintang maupun non bintang semakin mengenaskan dan menukik tajam di DIY sejak Januari hingga awal Februari 2021. Okupansi perhotelan di DIY turun drastis atau anjlok rata-rata di kisaran di bawah 10 persen saat ini.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan dari 400-an anggotanya, hanya 172 hotel dan restoran yang beroperasional terengah-engah karena dinyatakan telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan seperti verifikasi protokol kesehatan serta mengantongi sertifikat Clean, Health, Safety and Environment (CHSE). Meskipun telah memenuhi kriteria operasional sesuai protokol kesehatan, namun okupansi perhotelan di DIY khususnya yang tergabung dalam PHRI tidak serta membaik.

“Industri pariwisata termasuk perhotelan hidup bergantung pada pergerakan atau mobilitas manusia, jika ada pembatasan atau krannya ditutup maka sangat berpengaruh terhadap tingkat hunian. Bahkan okupansi perhotelan di DIY rata-rata hanya di bawah 10 persen, sangat mengenaskan dan ironis sekali,” ujarnya kepada KRJogja.com, Rabu (3/2/2021) malam.

BERITA REKOMENDASI