Ini Catatan Kasus Korupsi DIY Sepanjang Tahun 2020

YOGYA, KRJOGJA.com – Sepanjang tahun 2020 Jogja Corruption Watch (JCW) mencatat majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta yang memvonis perkara korupsi masih jauh dari harapan. Lebih banyak hakim mengetok palu vonis ringan terhadapa para terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi.

Aktivis JCW, Baharuddin Kamba dalam catatan sepanjang 2020 menjelaskan beberapa kasus di Pengadilan Tipikor Yogyakarta yakni 2 Januari 2020, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta menjatuhkan vonis terhadap tiga terdakwa dalam kasus korupsi di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik, Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya (P4TKSB) DIY. Yakni masing-masing terdakwa mantan Kepala P4TKSB Salamun, mantan Pejabat Pembuat Komitmen, Bondan Suparno dan mantan Bendahara Pengeluaran, Agung Nugroho.

Salamun divonis hukuman 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsiber 6 bulan kurungan dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp 7,7 miliar. Kemudian terdakwa Bondan Suparno dijatuhi hukuman pidana selama 2 tahun denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Terdakwa Bondan juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 345 juta. Terdakwa Bondan Suparno terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Selanjutnya terdakwa Agung Nugroho dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 9 bulan. Dengan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa Agung juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 670 juta. Berdasarkan audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY, kasus ini menyebabkan merugian negara Rp 21,6 miliar,” terang Kamba, Senin (28/12/2020).

BERITA REKOMENDASI