Isu Malioboro Tutup, Omset PKL Langsung Terjun Bebas

YOGYA, KRJOGJA.com – Merebaknya virus COVID-19 di Indonesia berimbas pada sektor pariwisata. Setidaknya itu yang dilakukan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Malioboro. Omset mereka turun drastis.

Penurunan ini mereka rasakan sejak Senin (16/3/2020) kemarin. Padahal sehari sebelumnya masih normal. Namun, tiba-tiba ada hoax yang menyebutkan jika Malioboro ditutup karena ada Korona. Akibatnya pengunjung Malioboro juga menurun drastis. Bahkan penurunan pendapatan mereka ini lebih parah dibanding bencana Gunung Merapi 2010 lalu.

“Ini turunnya lebih parah dibanding (bencana Gunung) Merapi kemarin. Gara-gara ada hoax kalau Malioboro tutup. Jadi sejak (Senin) kemarin langsung sepi. Turunnya sampai 50 persen lebih,” ujar Anto (34) pedagang Soto Ayam yang sehari-hari berjualan di depan Kantor DPRD DIY, Rabu (18/3/2020).

Anto masih sedikit beruntung, karena dia memiliki pelanggan tersendiri. Jadi, soto ayam kampung dagangannya tetap ada yang beli. Meski penurunan juga tetap dia rasakan.

BERITA REKOMENDASI