Kasus Kesehatan Jiwa di DIY Tinggi, Dibutuhkan Peraturan Daerah yang Lebih Holistik

YOGYA, KRJOGJA.com – Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, DIY berada pada posisi kedua se-Indonesia setelah provinsi Bali sebagai provinsi dengan kasus kesehatan jiwa tertinggi, baik Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) maupun Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Tingginya angka kasus kesehatan jiwa di DIY mendorong DPRD DIY berinisiatif melakukan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang kesehatan jiwa. Penyusunan Peraturan Daerah menjadi peluang untuk membangun kebijakan penanganan kesehatan jiwa yang tersistem sehingga bisa menjadi panduan dan landasan semua stakholder yang bergerak di isu kesehatan jiwa.

Pusat Rehabilitasi YAKKUM menyelenggarakan Diseminasi Policy Brief Investasi Membangun Ekosistem Sehat Jiwa yang Komprehensif di DIY dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021. Disemininasi daring yang dilakukan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Selasa (21/9/2021) merupakan bagian dari memperkuat aspirasi pemerhati dan pegiat kesehatan jiwa di Indonesia.

Acara dihadiri Jaimun (Program Manager Pusat Rehabilitasi YAKKUM), Desty Endah (penyintas orang dengan disabilitas psikososial), Tri Wahyuni Suci (Tim Penulis Policy Brief Pusat Rehabilitasi YAKKUM), OPD lintas sektor di DIY, Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo dan Kabupaten Bantul, jaringan Peduli Disabilitas Psikososial, Akademisi.

BERITA REKOMENDASI