Keistimewaan DIY Bukan Sebatas Danais Saja

YOGYA, KRJOGJA.com – Menapaki sewindu UUK DIY, masih banyak pemikiran jika keistimewaan yang ada saat ini hanya dimaknai sempit sebagai dana keistimewaan (danais) semata.

“Kecenderungan saat ini ada pemikiran seperti itu. Padahal keistimewaan DIY ini lebih besar cakupannya dari hanya seputar Danais. Seperti halnya bicara kebudayaan tidak hanya sebatas seni,” tegas Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho dalam Sarasehan Peringatan Sewindu UUK ‘Semarak Keistimewaan Kebudayaan, Memaknai Kemerdekaan, Melestarikan Kebudayaan dan Menguatkan Keistimewaan dalam Tatanan Baru’ di Ruang Bima Dinas Kebudayaan DIY, Senin (31/8/2020). Hadir sebagai narasumber lain Ketua Dewan Kebudayaan DIY Djoko Dwiyanto.

Dijelaskan Aris, adanya danais semestinya menjadi pemacu untuk lebih maju. Tapi jika keberadaan danais justru melunturkan kreativitas dan inovasi, tentu menjadi masalah yang besar. “Malah akan menjadi penghambat kalau semua apa-apa danais yang lantas menjadikan tidak lagi kreatif,” sambung Aris.

Dalam kesempatan tersebut, Aris secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pejuang keistimewaan. Sebab tanpa hal itu, keistimewaan akan lambat diperoleh bahkan tidak ada. “Ada peristiwa yang perlu diketahui sebelum akhirnya jadi UUK. Sebelumnya ada UU Pemerintah Daerah tahun 2004 yang menjadi patokan,” sebutnya.

BERITA REKOMENDASI