Kesadaran Warga DIY Mengisi Sensus Online Ternyata Rendah

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesadaran masyarakat DIY untuk melakukan pengisian data Sensus Penduduk (SP) 2020 secara mandiri lewat online, masih rendah. Sejak digelar 15 Februari 2020, baru 7,96 persen warga DIY yang melakukan SP online melalui https://sensus/bps.go.id. Padahal target dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY untuk SP online yang dibuka hingga 31 Maret adalah 21 persen.

Kepala BPS DIY Heru Margono mengakui rendahnya kesadaran warga DIY melakukan SP online. Menurut Heru, hal ini bisa disebabkan kepedulian masyarakat terhadap data masih rendah. “Masyarakat kita sepertinya belum mau kalau harus input data secara mandiri, maunya didatangi untuk disensus,” terang Heru kepada wartawan usai Rapat Kerja Anggota DPD RI DIY dengan BPS DIY dan dinas terkait tentang ‘Sensus Penduduk Tahun 2020’ di Ruang Serbaguna, Gedung DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Selasa (10/3/2020). Hadir dalam acara tersebut empat Senator/Anggota DPD RI dari DIY, GKR Hemas, Cholid Mahmud, Afnan Hadiskusumo dan Hilmy Muhammad.

Meskipun persentase pengisian SP online masih rendah, Heru tidak begitu khawatir karena setelah SP online dilanjutkan SP manual/wawancara. Heru optimis dengan mengerahkan 7009 petugas, seluruh penduduk DIY akan tersensus hingga batas akhir sensus penduduk wawancara pada 31 Juli 2020. “Targetnya 100 persen penduduk tercacah, lewat media massa kita imbau/ajak masyarakat untuk mau mengisi data Sensus Penduduk secara online, sebelum SP manual/wawancara,” ujarnya.

GKR Hemas mengatakan, SP 2020 sangat penting sebagai upaya untuk mewujudan Satu Data Kependudukan Indonesia. Selama ini data kependudukan di Indonesia masih belum tertata dengan baik. Presiden Jokowi sendiri mengakui hal ini. Bahkan dalam salah satu kesempatan, Presiden Jokowi menyatakan bahwa adanya kesimpangsiuran data dari berbagai Kementerian dan Lembaga menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan kebijakan Pemerintah. “Oleh karena itu, penting kiranya adanya sinergitas antara BPS dengan Dukcapil dalam rangka mengintegrasikan data dimaksud,” ujarnya.

Menurut GKR Hemas, data karakteristik penduduk yang dihasilkan dalam Sensus Penduduk 2020 ini akan digunakan untuk keperluan proyeksi penduduk, indikator pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan lain secara komprehensif. “Sensus Penduduk 2020 ini sangat memerlukan adanya dukungan semua pihak,” pungkasnya.(Dev)

BERITA TERKAIT