Kesehatan Dijaga, Camat Harus Pantau Lokasi Penjualan Hewan

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengawasan terhadap lokasi penjualan hewan kurban tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Aparat di wilayah terutama camat dan lurah kini dituntut ikut melakukan pemantauan sekaligus pengawasan.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, mengaku sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 451/9162/SE/2020 terkait panduan penyelenggaraan Idul Adha 1441H dalam situasi pandemi. “Dalam SE sudah diatur jika penjual hewan wajib mengajukan izin melalui camat. Lokasi penjualan harus sudah dipantau,” tandasnya, Rabu (15/7/2020).

Perintah pemantauan bagi para camat juga sudah disampaikannya dalam rapat koordinasi sebelumnya. Hasil laporan sementara dari para lurah dan camat, saat ini terdeteksi enam lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di Kecamatan Umbulharjo dan Mantrijeron. Diprediksi, dalam beberapa hari ke depan akan meningkat karena tahun lalu terdapat 58 titik lokasi penjualan.

Haryadi menyebut, hampir semua hewan kurban yang diperjualbelikan merupakan pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu protokol kesehatan yang sudah dituangkan dalam SE juga wajib diterapkan oleh pengelola. Selain kondisi hewan yang harus sehat, pihak yang mendistribusikannya juga diwajibkan mengantongi surat keterangan sehat. Upaya ini ditempuh guna menghindari munculnya klaster baru di Kota Yogya.

BERITA REKOMENDASI