Efek Pandemi Covid-19 Mungkin Panjang, Warga Jogja ‘Urun Rembug’

Bambang bukan tanpa sebab mengusulkan bercocok tanam di rumah sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. Pasalnya, masa pandemi Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir.

Hal tersebut diamini Kill The DJ yang menilai masyarakat harus memulai hal tersebut meski di sisi lain, produksi pangan masyarakat di desa saat ini sedang dalam keadaan sangat baik.

“Saya kira itu penting untuk ketahanan pangan, tapi kemudian harus dipikirkan karena saya melihat kontradiksi di masyarakat desa yang surplus pangan. Ini yang mungkin harus dipikirkan agar kita bisa bertahan bersama baik di kota maupun desa,” ungkap Juki yang mengungkap harga timun saat ini hanya Rp 500 per kilogramnya.

BERITA REKOMENDASI