Khawatir Munas Jadi Klaster Covid-19, Pakar Apresiasi Kadin DIY Tidak Kirimkan Delegasi

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com– Para pakar kesehatan mengapresiasi keputusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY tidak mengirimkan delegasinya dalam ajang Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin di Kendari pada Rabu (30/6). Keputusan tersebut dinilai sangat tepat dan bijak sebagai wujud dukungan dan komitmen Kadin DIY guna mencegah terjadinya lonjakan maupun menimbulkan klaster baru kasus Covid-19 di tanah air yang terus bertambah signifikan akhir-akhir ini.

“Pernyataan sikap Ketua Umum Kadin DIY GKR Mangkubumi hanya hadir online di Munas Kadin dan tidak hadir offline demi menjaga keselamatan dan kesehatan semua pihak perlu diapresiasi. Keputusan ini sangatlah tepat dan menjadi contoh yang baik di tengah situasi melonjaknya kasus pandemi Covid-19 baik di DIY maupun di tanah air,” tutur Direktur Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Dr dr Andreasta Meliala MKes MAS DPHA kepada KR, Rabu (30/6/2021).

Andre menyampaikan, kasus pandemi Covid-19 masih tergolong tinggi yang disebabkan virus Korona yang sudah bermutasi menjadi varian – varian baru. Varian baru Covid-19 ini belum dikenali fitur-fiturnya dan masih banyak menimbulkan perdebatan penularanya maupun cara melindungi diri. Intinya virus Korona ini sudah bermutasi sedangkan masyarakat masih kurang pemahaman.

“Jika kita kurang pemahaman seharusnya kita menghindari kontak langsung, menjauhi kerumunan, pertemuan dan sebagainya agar tidak tertular. Karena masyarakat tidak merespon kasus ini seperti awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu dengan mengurangi mobilitas dan aktivitas, justru tidak sekarang ini. Sehingga ada dua masalah yaitu varian virusnya baru dan mobilitas tidak terkendali,” ungkapnya.

Menurut Andre dalam konteks Kadn DIY yang Ketua Umumnya memutuskan tidak mengirimkan delegasinya ke Munas VIII tersebut justru sungguh bijaksana. Sebab dapat menghindari lonjakan kasus sekaligus bisa memproteksi atau melindungi diri maupun orang lain terlebih anggota Kadin DIY mempunyai usaha yang besar. Nah, jika pimpinan-pimpinan anggota terpapar justru akan mempengaruhi kondisi perusahaan ditambah angka ketersediaan tempat tidur yang terus menipis.

“Saya melihat dan merujuk pada hal-hal yang saya sampaikan di atas, barangkali ini cocok dengan himbauan agar masyarakat tetap tinggal dirumah sementara.  Selain itu, tidak memberatkan sistem kesehatan dan jika terjadi lonjakan kasus, saya yakin situasi di Kendari pasti akan chos,” tandas Ketua Minat Manajemen Rumah Sakit ini.

Ketidaktahuan inilah, ditegaskan Andre yang justru delegasi Kadin DIY bisa menjadi sumber pembawa virus atau carrier-nya alias ada trigger dari luar. Bahkan, Gubernur DIY telah memberikan himbauan agar masyarakat mengurangi mobilitas, sementara itu Kadin DIY sebagai salah satu contoh panutan jika tetap berangkat maka menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat.

” Jika pengusaha DIY tetap berangkat hadir dalam Munas VIII Kadin 2021 maka akan menjadi contoh tidak baik bagi masyarakat.Jika Kadin DIY tetap memberangkatkan delegasinya maka akan membahayakan dirinya dan masyarakat, seharusnya tetap memberikan contoh sesuai dengan instruksi baik pemerintah daerah maupun pusat” tambahnya.

BERITA REKOMENDASI