Kisah Kemegahan Benteng Vredeburg, untuk Pertahanan Keraton Hingga Pelecehan Pangeran Diponegoro

Dalam perkembangannya, pada masa Gubernur Jenderal Deandles (1808-1811), benteng tidak boleh digunakan sebagai tempat tinggal sehingga dilakukan pembangunan rumah untuk minister di depan Benteng Rustenburg yang sekarang Gedung Agung Yogyakarta. Bertujuan untuk menginap apabila Gubernur Jenderal berkunjung ke Yogyakarta dengan pasukan pengamanan ditempatkan disekitar Benteng.

“Benteng Rustenburg berubah nama menjadi Vredeburg artinya benteng perdamaian, yang merubah Daendles,” imbuhnya.

Setelah berakhirnya masa kolonial Belanda, Benteng Vredeburg diambil alih oleh tentara Nasional Indonesia pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Sebelumnya pada masa agresi militer belanda II pada 19 Desember 1948, Benteng dijadikan markas militer Republik Indonesia. Benteng juga digunakan sebagai tempat penahanan bagi tawanan orang Belanda maupun Indo Belanda yang ditangkap.

Sementara itu, Sejarawan Peter Carey mengatakan ada dua peristiwa bersejarah dan mencekam di Benteng Vredeburg dari awal abad ke-19 yakni serangan Inggris ke Keraton Yogyakarta pada 20 Juni 1812 dan penghinaan terhadap Pangeran Diponegoro di muka umum pada 21 Mei 1825.

“Teka-teki yang terjadi di dalam Vredeburg pada jaman Inggris dan menjelang perang Jawa. (Vredeburg) bukan cuma tempat militer tapi saksi bisu peristiwa politik menarik,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI