Kisah Kemegahan Benteng Vredeburg, untuk Pertahanan Keraton Hingga Pelecehan Pangeran Diponegoro

Carey mengatakan pasukan Inggris di bawah komando Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles menyerbu Keraton Yogyakarta pada pagi buta dengan pasukan berjumlah 1.200 orang dan berkumpul di dalam Benteng sebelum hari penyerbuan. Pasukan berkumpul di Benteng secara bertahap agar tidak menimbulkan kecurigaan dari Sri Sultan HB II.

“Pada saat serangan Inggris ke Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg menjadi markas tentara dan tempat artileri dipakai untuk memborbadir Keraton,” ungkapnya.

Sementara itu, Benteng Vredeburg juga menjadi saksi atas penghinaan terhadap Pangeran Diponegoro oleh pejabat Belanda yang datang kembali ke Yogyakarta. Hal ini yang kemudian disebut sebagai salah satu pemicu awal mula pecahnya perang Jawa. Kejadian tersebut terjadi sekitar tanggal 21 Mei 1825.

Residen Anthonie Hendrik Smissaert yang menjabat sebagai residen sebelum perang Jawa itu bersekongkol dengan Patih Danurejo IV yang korup dan Komandan Pasukan Kraton yakni Mayor Wironegoro untuk meremehkan Pangeran Diponegoro.

“Mereka meremehkan pribadi Diponegoro,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI