Kisah Kemegahan Benteng Vredeburg, untuk Pertahanan Keraton Hingga Pelecehan Pangeran Diponegoro

Carey menceritakan pejabat Belanda itu juga secara sengaja mencari jalan untuk bersikap kasar terhadap Pangeran Diponegoro dengan mencibir dan menyindir pangeran adalah seorang ‘edan’, seorang ‘imam’ dan ‘pria yang kasar’ saat seluruh pangeran diundang ke Vredeburg untuk menghadiri sebuah pesta.

Smissaert juga tidak menunjukkan sopan santun dengan tidak menyebut Pangeran dengan gelar kehormatannya ‘Kanjeng Gusti’ sebagaimana yang lazim dilakukan.

“Jadi benteng Vredeburg menjadi saksi bisu dan merosotnya hubungan Belanda dan Diponegoro menjelang pecahnya perang Jawa,” imbuhnya. (M-1)

BERITA REKOMENDASI