Kisah Relawan Muhammadiyah Pulasarakan Jenazah Pasien Covid Kristen di Masjid Gede Kauman Dibukukan

Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah menambahkan, buku Bersinar di Tengah Pandemi muncul dari berbagai pengalaman riil para relawan di lapangan saat penanganan Covid. Usaha membantu sesama mulai suplai makanan, merawat yang sakit hingga memakamkan yang meninggal diuraikan secara gamblang sebagai bahan pembelajaran menuju masa mendatang.

“Muhammadiyah bergerak dari semangat kemanusiaan, membantu sesama tanpa pandang agama dan latarbelakang. Buku ini bisa menjadi penyemangat sekaligus pembelajaran ke depan bagi kita semua maupun generasi mendatang,” tandasnya.

Gerakan Muhammadiyah dalam penanganan pandemi menurut dia murni berasal dari masyarakat, bagaimana Aisyiyah melakukan gerakan cantelan dan MCCC membantu pemakaman jenazah, menjadi bukti nyata yang harapannya bisa memberikan inspirasi.

“Hampir semuanya swadaya, donatur juga datang dari masyarakat sendiri. Muhammadiyah bangga bisa melakukan gerakan sosial yang bermanfaat untuk sesama. Ini mengapa buku Bersinar di Tengah Pandemi diwujudkan, sebagai dokumentasi dan catatan,” ungkapnya lagi.

Sementara, Anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo menyampaikan apresiasi atas diluncurkannya buku Bersinar di Tengah Pandemi yang menceritakan sebagian kecil langkah nyata Muhammadiyah berperang melawan Covid-19. Meski begitu, perjuangan dirasa belum usai karena pandemi masih terjadi dan lonjakan kasus masih mungkin berlangsung ke depan.

“Kami mengucapkan terimakasih karena telah bergotong-royong membantu sesama meski dihadapkan pada situasi yang sulit. Semoga pandemi ini segera usai, dan setiap usaha yang kita lakukan dalam mencegah serta menanggulangi membawa kebaikan bagi banyak orang serta menjadi catatan amal shalih serta dibalas kebaikan berlipat dari Allah,” tandas Afnan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI