‘Klithih’ Bikin Branding Wisata Jogja Tak Aman

BANTUL, KRJOGJA.com – Aksi kekerasan jalanan yang dilakukan sekelompok anak muda di beberapa kawasan DIY efektif mengganggu aktivitas pariwisata DIY. Bahkan stigma klithih ini membuat kompetitor wisata dari luar DIY seolah membranding bahwa Jogia tidak aman. Kondisi ini rentan menurunkan minat berwisata ke DIY.

“Sangat miris kami ketika para kompetitor destinasi wisata di luar DIY saat ini membranding bahwa DIY tidak aman karena kasus klitih .Sementara kami branding Jogja dengan susah payah sebagai destinasi wisata yang nyaman huni, murah menyenangkan, menarik dan sebagainya hancur karena ulah klithih,” keluh ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono kepada KRJOGJA.com, Kamis (6/2) saat ditemui di Bantul.

Tak hanya itu saja, imbuh Deddy, banyak pula keluhan yang masuk dari orangtua yang sebelumnya berencana menyekolahkan anak di Jogja menjadi berpikir ulang dan khawatir dengan aksi klitih Sebagai solusi pelaku pariwisata sendiri yang mengkondisikan dan membuat wisatawan tidak takut pada Jogja.

“Biasanya kami beri fasilitas bonus paket jalan-jalan malam hingga pukul 01.00 dinihari ke angkringan atau pusat keramaian. Kadang ada biro perjalanan yang menyediakan jalan-jalan mengendarai motor bukan mobil supaya mereka wisatawan itu paham sendiri bahwa Jogja aman pada malam hari,” tegas Deddy.

BERITA REKOMENDASI