KNRP Tegaskan Dukungan Terhadap Palestina

YOGYA, KRJOGJA.com – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Grand Serella Hotel Yogyakarta, Jumat-Minggu (21-23/2/2020). Rakornas diikuti lebih 100 peserta perwakilan KNRP dari 26 provinsi di Indonesia.

Ketua Umum KNRP Suripto mengatakan, kondisi bangsa Palestina saat ini sangat memprihatinkan. Warga Palestina terus diusir dari tanahnya sendiri oleh zionis Israel, sehingga sangat perlu dibela, jangan sampai tanah Palestina dicaplok (aneksasi) oleh Israel.

“Merujuk Pembukaan UUD 1945, bangsa Indonesia musti tegas membela Palestina dan menentang segala bentuk penjajahan,” terang Suripto di sela acara, Jumat (21/2/2020) malam.

Menurut Suripto, Rakornas ini sangat penting untuk merancang langkah ke depan dalam mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia peduli kepada Palestina, tidak hanya sesaat tetapi terus berkelanjutan. Nantinya hasil rakornas menjadi pegangan bagi KNRP, sehingga diharapkan upaya sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai Palestina lebih berhasil dan efektif.

Sekjen KNRP Suhartono menambahkan, dalam Rakornas ini, KNRP ingin mengkonsolidasikan seluruh pengurus KNRP dan relawan di pusat dan wilayah. Selain itu merancang program agar sistem monitoring, evaluasi dan kontroling kerja-kerja charity untuk Palestina berjalan secara teratur, terukur, terstruktur dan profesional.

“KNRP akan terus mengkampanyekan, mensosialiasikan dan mengedukasi masyarakat tentang Palestina, sehingga kepedulian terharap Pelestina tidak hanya bersifat emosional tapi kesadaran penuh, sehingga akan terus berkesinambungan,” katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY Agung Supriyono mengatakan, bangsa Indonesia sejak dulu hingga sekarang terus berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina. Hal itu juga ditunjukkan oleh Kepala Negara, Presiden Joko Widodo yang belum lama ini berdiskusi dengan Sekjen PBB terkait masalah Palestina.

“Masalah Palestina menyangkut krisis kemanusiaan sehingga harus dibela tanpa memandang atribut,” katanya.(Dev)

BERITA TERKAIT