Konflik Kepentingan, Pengaturan Irigasi di DIY Masih Ada Kendala

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP dan ESDM) DIY memetakan sejumlah permasalahan irigasi. Seperti adanya konflik kepentingan dengan bidang lain yang membutuhkan air, seperti perikanan. Hingga masih banyaknya pelanggaran dalam pemanfaatan sempadan sungai.

Selain itu, saluran irigasi saat ini juga cenderung berfungsi ganda. Sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah serta saluran drainase. Partisipasi dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sendiri juga masih kurang dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi.

Beberapa hal tersebut muncul dalam focus group discussion (FGD) untuk menerima masukan dalam penyusunan daftar investasi masalah (DIM) Raperda Irigasi yang menjadi inisisatif Komisi C DPRD DIY, Rabu (26/2/2020). Selama ini dari Dinas PUP ESDM DIY sudah berupaya melakukan sosialisasi bersama Satpol PP terkait sempadan irigasi tersebut. Sementara prioritas ada di lokasi yang memang terjadi pelanggaran.

“Kami tidak menampik jika beberapa bangunan yang batas kepemilikannya berhimpitan dengan saluran irigasi tersebut, kewenangannya ada di kami, Pemda DIY. Meski sebenarnya sudah ada regulasi mengenai jarak sempadan bangunan yang juga harus dipatuhi,”ujar Plt Kabid Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUP ESDM DIY R Tito Asung Kumoro.

Mengenai sosialisasi sendiri diungkapkan Tito, juga sudah terus dilakukan. Hanya saja masih banyak warga yang nekat mendirikan bangunan melanggar sempadan irigasi. Termasuk yang sengaja membuang limbah rumah tangga ke saluran irigasi.

Ketua Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi menjelaskan FGD untuk menerima masukan terkait penyusunan Raperda Irigasi. Ini juga sebagai respon atas terbitnya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang SDA yang di dalamnya juga membahas tentang irigasi. UU baru tersebut memberikan pemikiran bagi Komisi C untuk merevisi produk hukum yang memang sudah ada sebelumnya, terkait irigasi.

“Pengaturan irigasi di level daerah juga tidak kalah penting. Meskipun irigasi hanya berkontribusi 7 persen tentang pertanian. Kami targtkan sampai akhir tahun draf sudah bisa terbentuk dan bisa segera dibahas,” ujarnya.(Awh/Bro)

BERITA REKOMENDASI