1 Juli Dilantik Jadi Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo Berat Tinggalkan Kulon Progo

KULONPROGO,KRJOGJA.com- Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo segera melepas jabatannya sebagai kepala daerah dan mengambil tawaran sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN). Pengunduran diri dilakukan setelah pelantikan.

"Senin besok 1 Juli dilantik, Insyaallah. Setelah saya dilantik ada berita acara pelantikan. Berita acara saya pakai untuk mengajukan DPRD dan diproses.  Setelah terima surat tugas dan berita acara pelantikan, dipakai untuk pengunduran diri," kata Hasto saat dihubungi wartawan. Jum'at ( 28/06/19). 

Masa jabatan Hasto sebagai kepala daerah sejatinya masih berlangsung sampai 2022. Hasto juga menyampaikan pertimbangannya menerima tawaran jabatan kepala BKKBN. 

Adalah keprihatinan masalah kependudukan seperti program Keluarga Berencana (KB) perlu disukseskan. Menututnya masih ada target menurunkan angka kematian ibu dan bayi belum tercapai. Padahal salah satu pilar ketercapaian itu adalah keluarga. 

"Ada program kontrasepsi, program keluarga sejahtera. Keluarga kunci utama mewujudkan gerakan kesehatan. Saya merasa terpanggil ketika ada masalah-masalah kontrasepsi dan banyak capaian belum tercapai. Itu permasalahan nasional menjadi perhatian bersama," tutur Hasto.

Selama dua bulan, sejak diangkat kepala BKKBN, sebagai kepala daerah yang masih mengemban tanggung jawab, terus mempercepat program yang belum selesai. Seperti master plan tata ruang, persiapan kereta api, Draf jalur tol dan KA, aerotropolis, presentasi pembangunan asrama haji, lelang RS Wates, Bedah Menoreh sudah ditangkap oleh pusat. 

Pun ekosistem bandara sudah terpetakan hingga konsep tol sudah disampaikan ke gubernur dan Kementerian PUPR. Sehingga pihak lain yang menggantikan dirinya nanti meneruskan. 

Sebelum dilantik, Hasto berencana sowan atau pamit kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Secara resmi Hasto belum pamit Karena dia baru mengetahui akan dilantik sebagai Kepala BKKBN. Hasto juga mengungkapkan berat hati meninggalkan Kulon Progo yang telah dijabat dalam dua periode itu. 

"Berat meninggalkan Kulon Progo. Termasuk masyarakat. Meski bekerja di Jakarta, merasa nanti pulang ke kulon Progo,"pungkasnya (Ive).

BERITA REKOMENDASI