118 Sekolah di Kulonprogo Rawan Bencana Alam

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebanyak 118 sekolah negeri di Kabupaten Kulonprogo berada di daerah rawan bencana alam. Penyelenggara sekolah secara bertahap harus siap menjadi Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Sekolah rawan bencana alam tersebut meliputi SD 88 sekolah, 13 SMP dan 17 SMA/SMK. Adapun potensi bencana di antaranya tanah longsor, banjir dan bencana alam lainnya.

"Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadikan sekolah bersangkutan menjadi SSB, siap menghadapi segala potensi bencana yang mungkin terjadi," ujar Heppy Eko Nugroho, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo.

Menurutnya, hingga saat ini baru terdapat empat SD yang telah terbentuk menjadi SSB yaitu SDN Pasir Mendit, SDN Jangkaran, SDN Darat dan SDN Trisik. Kemudian tiga SMA/SMK yaitu SMAN Kokap, SMKN Samigaluh dan SMKN Kelautan. Pada 2019 dijadwalkan akan dibentuk lima sekolah SMA/SMK dan beberapa SD. "Dari sebanyak 13 SMP, belum ada satupun sekolah yang dibentuk SSB," tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sekolah di daerah rawan bencana alam dinilai tidak harus terbentuk SSB. Desa di wilayah rawan bencana yang telah ditetapkan menjadi desa tangguh secara tidak langsung bisa dikategorikan SSB.

Sekolah bersangkutan diperkirakan telah masuk dalam pemetaan sekaligus penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Di wilayah Kulonprogo terdapat 75 desa memiliki wilayah rawan bencana alam.

Sebanyak 37 desa di antaranya sudah ditetapkan menjadi desa tangguh. Pembentukan desa tangguh setiap tahun terus bertambah. Ditargetkan di 2019 ada penambahan tiga desa tangguh. (Ras)

BERITA REKOMENDASI