12.810 Ekor Sapi di Kulonprogo Ditargetkan Bunting

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dilanjutkan untuk percepatan populasi sapi di Kulonprogo. Pada tahun 2018, ditargetkan 12.810 ekor indukan sapi produktif atau akseptor mengalami kebuntingan dan kelahiran.

Kasi Produksi Peternakan, Bidang Peternakan, Dinas PP Kulonprogo, Budi Sasongko, mengungkapkan mengerahkan sebanyak 29 petugas Inseminasi Buatan (IB) untuk merealisasikan target mengalami kebuntingan dan kelahiran. "Untuk target akseptor sapi indukan 18.300 ekor. Setelah dilakukan IB dari aseptor sebanyak itu, 12.810 ekor di antaranya bisa bunting dan melahirkan di 2018," ujar Budi Sasongko.

Menurutnya, program Upsus SIWAB tahun kedua sudah dilaksanakan sejak awal 2018. Indukan sapi yang diikutkan program Upsus SIWAB, peternak tidak dikenai biaya IB. Semen beku disiapkan pemerintah secara gratis.

Dinas PP Kulonprogo pada tahun 2017 sudah melaksanakan Upsus SIWAB. Dalam setahun mampu merealisasikan akseptor IB sebanyak 19.604 ekor, melebihi yang ditargetkan 16.716 ekor. Meskipun demikian, target kebuntingan 13.638 ekor belum dapat tercapai. Akseptor yang berhasil bunting 5.812 ekor dan sampai kelahiran sekitar 1.776 ekor.

"Banyak kendala yang dihadapi di 2017 yang menyebabkan target kebuntingan dan kelahiran belum tercapai," ujarnya, salah satu di antaranya, akseptor mengalami gangguan reproduksi dan kekurangan gizi terhadap hijauan makanan ternak dan pakan konsetrat.

Sebagian peternak tidak melaporkan perkembangan sapi setelah menjalani IB. "Untuk indukan yang mengalami Gangrep (Gangguan Reproduksi) harus disembuhkan terlebih dulu. Banyak dijumpai di lapangan sehingga target kebuntingan belum tercapai," tambahnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI