120 Area di Kulonprogo Tak Terjangkau Internet

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Banyak siswa pendidikan dasar di Kulonprogo menghadapi kendala yang cukup kompleks untuk mengikuti pembelajaran sekolah dari rumah berbasis daring atau online di masa pandemi Covid-19. Sekitar 20 persen, siswa mulai TK sampai SMP di wilayah kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan sebagian siswa seusia SD dan SMP tidak memiliki handphone (HP) android. Satu keluarga miliki satu Hp harus berbagi dengan anggota keluarga lain dan tidak semua orangtua dapat mendampingi pembelajaran anaknya. Kemudian kendala lainnya, katanya tidak semua wilayah terjangkau jaringan internat.

”Antara satu sampai tiga siswa tiap kelas, kesulitan belajar dari rumah karena tidak ada jaringan internet di wilayah-wilayah tertentu,” ujar Arif Prastowo.

Untuk mencegah penularan Covid-19, pembelajaran harus dilakukan dari rumah. Jalan keluar yang ditempuh para orangtua dapat memfasilitasi anaknya, mengambil rencana kegiatan pembelajaran mingguan ke sekolah.

”Seperti yang dilakukan beberapa sekolah lain di Kulonprogo, pembelajaran menggunakan radio komunikasi dua arah atau HT (Handie Talkie),” jelasnya.

Terpisah Kepala Bidang Aplikasi Teknologi Informatika (Aptika), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulonprogo, Sutarman mengakui terdapat sekitar 120 titik di Kulonprogo menjadi wilayah blank spot atau tidak terjangkau jaringan internet. Wilayah tersebut berpenduduk sehingga masyarakat termasuk di antaranya anak sekolah tidak dapat mengikuti pembelajaran sekolah berbasis daring.

”Dalam kajian akademis review cell plan menara telekomunikasi terdapat 120 area blank spot,” tutur Sutarman. (Ras)

BERITA REKOMENDASI