13 Aduan Masuk DPMPT Kulonprogo Ditindaklanjuti

Salah satu aduan yang masuk pada bulan Januari lalu, terdapat warga yang mengeluhkan pembangunan proyek yang menimbulkan polusi suara. Hal itu langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung ke lokasi proyek dan melakukan mediasi dengan warga terdampak, perusahaan yang menaungi dan pemerintah setempat, yaitu kapanewon, kalurahan, dukuh dan Muspika.

Selain itu ada pula aduan yang berkaitan dengan pencabutan NIB. “Ada perusahaan yang mengeluhkan kenapa bisa NIB-nya dicabut. Setelah dilakukan diskusi dan akhirnya sudah bisa diselesaikan sesuai dengan kewenangan pusat selaku pemegang sistem OSS,” ucapnya.

Terkait aduan yang meminta keringanan retribusi, ditegaskan bahwa hal itu sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Kami tidak bisa mengambil kebijakan sendiri terkait biaya retribusi, karena sudah diatur dalam perundang-undangan. Jadi semua tetap mengacu pada aturan di perundang-undangan itu,” tegasnya.

Sedangkan terkait sengketa kerjasama investor, DPMPT menyerahkan penyelesaian kepada pihak-pihak terkait karena menyangkut manajemen perusahaan. “Kami berharap sengketa bisa diselesaikan, dan tidak mengganggu rencana pembangunan kegiatan usaha, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah,” ujar Agung.(Wid)

BERITA REKOMENDASI