15 Siswa PKL Kabur dari Kapal

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebanyak 15 siswa dari 16 siswa SMK Negeri 1 Temon Kulonprogo yang mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kapal Motor (KM) RJ 01 kabur dari tempat praktik di kapal. Sedangkan satu siswa lainnya masih bertahan di kapal.

Kepala Sekolah (Kasek) SMK Negeri 1 Temon Fauzi Rokhman kepada wartawan, Jumat (10/01/2020) membenarkan 15 dari 16 siswanya yang PKL lari dari kapal pencari ikan tersebut saat bersandar di Timika Papua. Saat ini para pelajar asal Kulonprogo tersebut ditampung di Sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) di Timika.

”Kami memang telah menerima kabar resmi dan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Ada 16 siswa yang PKL di Timika dan yang kabur dari kapal 15 orang sedang satu siswa bertahan di kapal,” katanya saat menerima Tim Asistensi Anggota DPR RI Drs Gandung Pardiman, Drs Djuwardi dan Anggota Fraksi Partai Golkar DIY Lilik Syaiful Achmad, di ruang kerjanya, Jumat (10/01/2020).

Kehadiran Djuwardi dan Lilik Syaiful Achmad berkoordinasi penanganan belasan siswa SMK Negeri 1 Temon yang PKL di Timika. Fauzi Rokhman bersama para guru mengaku belum tahu persis persoalan yang melatarbelakangi anak didik mereka kabur dari tempat PKL. Informasi sementara yang mereka terima, para siswa mengadukan adanya kekerasan yang mereka alami dari pihak anak buah kapal (ABK).

”Pengakuan yang kami terima baru dari satu pihak, siswa. Sehingga kami belum tahu pasti sesungguhnya apa yang terjadi. Bisa saja ini hanya kesalahpahaman karena siswa belum terbiasa berada di dalam kapal dalam waktu lama,” ungkapnya.

Guna mengetahui persoalan sesungguhnya, maka Fauzi Rokhman bersama Guru Produktif Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMK Negeri 1 Temon, Qodri akan berangkat ke Timika untuk menemui para siswa mereka dan Pengurus KKJB serta pihak pemilik dan nahkoda serta ABK KM RJ 01. ”Besok sore (hari ini) kami berangkat ke Timika. Salah satu alumni sekolah kami ada yang menjadi anggota TNI AL di Timika mengabarkan semua anak-anak dalam kondisi sehat dan aman,” ujarnya.

Diakui ke-15 siswa yang kabur dari kapal menginginkan pulang ke Kulonprogo. Tapi pihak sekolah belum bisa menentukan sikap sebelum berangkat ke Timika. Apalagi PKL wajib dan menjadi salah satu syarat lulus sertifikasi.

Lilik Syaiful Ahmad menegaskan Partai Golkar siap membantu dan menjembatani permasalahan yang terjadi. Demikian juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Gandung Pardiman menyatakan siap membantu, baik dari sisi biaya penerbangan pulang dari Timika ke Kulonprogo maupun upaya lain agar anak-anak tetap bisa melanjutkan PKL dan sekolah. ”Anak-anak perlu mendapat suport dan penyemangat agar mereka siap berlayar,” kata Lilik.

Lilik menambahkan, permasalahan yang muncul harus ditelusuri secara tuntas. Apalagi ada empat siswa yang diblacklist oleh nahkoda dan ABK kapal, tidak boleh ikut berlayar lagi.

Informasi yang beredar 16 siswa SMK Negeri 1 Temon mengikuti PKL di atas kapal dengan berangkat dari Pelabuhan Juwana Pati pada 27 Desember 2019. Selanjutnya mereka naik perahu kecil menuju perahu besar yang dipakai untuk PKL dan berlayar ke Timika. Selama di atas kapal mereka dilibatkan dalam penangkapan ikan dan istirahat seadanya seperti ABK lain. Hingga akhirnya mereka kabur dari kapal saat bersandar di Timika, dengan alasan hendak mencari kopi. (Rul)

BERITA REKOMENDASI