25 Fasyankes Siap Layani Vaksinasi Booster Kulonprogo

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di Kabupaten Kulonprogo dimulai Kamis (13/01/2022) pada 25 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Stok vaksin Astrazeneca mencapai 7.000 dosis, lebih dari cukup memenuhi sedikitnya 14.000 penerima, sebab dosis yang dipakai dalam vaksin booster hanya separuh dari dosis 1 dan 2 (vaksin primer).

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, drg Baning Rahayujati MKes. “Dua puluh lima fasyankes terdiri dua RSUD yakni RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) Sentolo, 2 klinik yaitu Klinik Kartika 0731 Kodim Kulonprogo dan Klinik Bhayangkara, serta 21 puskesmas yang tersebar pada 12 kapanewon,” kata Baning, Kamis (13/01/2022).

Dijelaskan, kuota per harinya sesuai kemampuan tiap fasyankes, yang sudah terdata di RSUD Wates sebanyak 300 (kuota per hari), RSUD NAS 200, dan Klinik Kartika 100. Itu yang sudah melaporkan kepada Satgas atau Dinkes. “Karena vaksinasi booster digelar bersamaan dengan pemberian vaksinasi Covid-19 dosis 1 dan 2, maka masyarakat yang ingin mendapat vaksin booster, diminta menghubungi dulu fasyankes pelaksana vaksinasi tersebut,” paparnya.

Vaksinasi booster ini, lanjut Baning, menyasar usia di atas 18 tahun. Calon penerima harus sudah menerima vaksin dosis kedua minimal 6 bulan, artinya vaksinasi kedua minimal dilakukan Juni 2021 lalu. “Berdasar pendataan ada sekitar 25.000 dari total target sasaran vaksinasi di Kulonprogo sebanyak 378.177. Potensi penerima vaksin booster itu adalah petugas pelayanan publik, kemudian masyarakat umum,” ucapnya.

Baning menuturkan, bagi masyarakat yang merasa sudah sesuai syarat-syarat itu disilahkan untuk ikut program ini. Dokumen yang dibawa adalah kartu vaksin untuk mengecek kapan terakhir kali disuntik dosis kedua dan mengetahui jenis vaksin yang didapat. “Dosis ke-3 ini memakai AstraZeneca seusai anjuran Pemerintah Pusat. Yakni dosis untuk booster berbeda dengan vaksin dosis 1 dan 2 (vaksin primer) yang memakai Sinovac, maka boosternya dengan pfizer atau AstraZeneca. Kalau primernya Astrazeneca maka boosternya Moderna,” katanya.

Ketersediaan vaksin di Dinkes adalah Astrazeneca, maka vaksinasi booster tahap awal difokuskan untuk yang vaksin primernya memakai Sinovac. “Pelaksanaan vaksinasi booster ditargetkan bisa menyasar sedikitnya 10.000 sasaran pada akhir bulan ini,” pungkas Baning. (Wid)

 

 

BERITA REKOMENDASI