35 Titik Tanah Longsor dan Tanggul Jebol

GIRIMULYO (KR) – Terjadi tanah longsor tidak dapat dihindarkan di daerah rawan bencana tanah longsor menyusul hujan lebat dua hari terakhir mengguyur wilayah Kulonprogo. Longsoran mengenai rumah tinggal dan menutup akses jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga di daerah rawan bencana tanah longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, mempersiapkan empat unit Early Warning System (EWS) tanah longsor bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di daerah rawan bencana tanah longsor.

"BPBD mempersiapkan empat EWS tanah longsor di daerah retakan tanah berpotensi tanah longsor. Sudah ada beberapa laporan retakan tanah yangperlu kewaspadaan warga," ujar Gusdi Hartono, Kepala BPBD Kulonprogo, Sabtu (26/11).

Akibat hujan yang mengguyur wilayah Kulonprogo dua hari terakhir, dilaporkan terdapat 35 titik bencana alam, meliputi tanah longsor dan banjir. Tanah longsor terjadi di Desa Jatimulyo (Girimulyo) 16 titik, Sidomulyo (Pengasih) 5 titik, Purwosari, Hargorejo dan Hargowilis masing-masing 2
titik. (KR/*)

BERITA REKOMENDASI