4 Tahun Rehabilitasi, Tiga Satwa WRC Siap Kembali Ke Habitatnya

Editor: KRjogja/Gus

PENGASIH (KRJOGJA.com) – Sebanyak tiga satwa masing-masing seekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), serta seekor Alap-alap Sapi ( Falco moluccensis) siap dilepas ke alam bebas setelah menjalani proses rehabilitasi 4 tahun di Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja – Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). Penandaan (banding) dilakukan dengan pemasangan cincin registrasi di pergelangan kaki serta pemasangan wing marker pada burung pemangsa tersebut, di WRC Jogja, Kamis (18/01/2018) oleh Dr Ignatius Pramana Yuda dari The Indonesian Bird Banding Scheme (IBBS).

Elang Ular Bido dan Alap – Alap Sapi bakal dilepasliarkan di kawasan Dusun Gunung Kelir Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kulonprogo akhir Januari ini, sedangkan Elang Brontok akan dilepasliarkan pada Februari mendatang di kawasan Gunung Kidul.

Dijelaskan Pramana Yuda, pemasangan penanda penting, tak hanya sebagai identifikasi individu, tetapi juga untuk penelitian. "Ini cincin untuk registrasi individu satwa, jadi terdaftar, ada nomornya. Sebagai kajian pula dan penelitian terkait dengan populasi, sebaran spesies ini," ucapnya.

Dokter hewan YKAY, drh Randy Kusuma menyatakan, kesehatan ketiga jenis burung pemangsa ini, dalam kondisi sehat, tak ada penyakit dan perilakunya cukup baik dilepasliarkan. "Sehat dan bagus dari sisi kesehatan dan perilaku. Kami sudah memastikan kesehatan dengan tes darah, semuanya negatif dari penyakit yang membahayakan. Hasil amatan perilaku di kandang rehabilitasi juga bagus, sehingga direkomendasikan kepada BKSDA agar dapat dilepasliarkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, BKSDA Yogyakarta, Untung Suripto menuturkan, ketiga jenis burung pemangsa itu 1 ekor merupakan hasil serahan warga dari Purwokerto dan 2 ekor lainnya merupakan titipan dari BKSDA yang dititipkan di YKAY untuk direhabilitasi.

Elang Ular Bido setelah pemasangan penanda dimasukkan ke kandang habituasi yang sudah disiapkan tim di kawasan Gunung Kelir Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo Kulonprogo. "Agar satwa bisa melakukan adaptasi lingkungan sebelum dilepas ke alam pada 25 Januari mendatang," paparnya sembari menyatakan bahwa program pelepasliaran ini merupakan program bersama antar lembaga guna mempercepat proses pelepasliaran jenis burung pemangsa kembali ke alam. (Wid)

 

BERITA REKOMENDASI