400 Hektare Lahan Sudah Dibersihkan

TEMON, KRJOGJA.com – Project Manager Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), R Sujiastono menegaskan, hingga saat ini perusahaan mitra PT Angkasa Pura (AP) I, PT Pembangunan Perumahan (PP) telah melakukan land clearing atau pembersihan lahan seluas 400 hektare
(ha) dari jumlah total 550 ha. Dari luasan tersebut termasuk di dalamnya areal pemukiman warga.

Pembersihan yang sudah dilakukan PT PP merupakan lahan yang akan digunakan sebagai sisi airside meliputi landasan pacu, taxiway dan apron. Selanjutnya perusahaan tersebut akan mengerjakan lahan yang akan digunakan untuk landside. Yakni untuk terminal penumpang, jalan masuk dan areal parkir.

"Setelah relokasi selesai dan pengumuman dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), akan dilanjutkan pengerjaan konstruksi NYIA. November bisa dimulai
dan diperkirakan pembangunan terminal penumpang akan memakan waktu lama," jelasnya, Minggu (22/10).

Demi kelancaran percepatan pembangunan NYIA maka PT AP I minta warga terdampak segera keluar dari lahan bandara. Apalagi pihaknya akan melakukan pemutusanjaringan listrik sehingga semua bangunan bisa dirobohkan.

Sajuri (55) warga Ngringgit Desa Palihan mengaku berat meninggalkan rumah lama yang sudah puluhan tahun ditempati. Tapi karena tunduk terhadap peraturan maka keluarganya siap pindah meskipun hingga saat ini belum tahu setelah pindah di tempat hunian relokasi akan bekerja sebagai apa. Mengingat usianya sudah tidak muda lagi. Bagi warga yang masih berusia muda mungkin bisa bekerja di bandara.

Menanggapi persoalan mata pencaharian warga yang pindah di tempat hunian relokasi, Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo mengatakan, Pemkab Kulonprogo sudah melakukan pemetaan atau menginvetarisir pekerjaan warga terdampak pembangunan bandara. Data yang ada akan dipakai untuk mengambil solusi sehingga warga tidak menganggur pascarelokasi. (Rul)
  

BERITA REKOMENDASI