476 Warga Eks Penggarap PAG Terdampak Bandara Terima Tali Asih

Editor: KRjogja/Gus

TEMON, KRJOGJA.com – Ratusan warga eks penggarap Paku Alam Ground (PAG) atau lahan milik Pakualam di Desa Glagah Kecamatan Temon yang terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) mengikuti proses pencairan dana tali asih.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono mengatakan, khusus di desanya proses pencairan akan berlangsung dua hari dengan total penerima 476 warga, tiga di antaranya masih diproses karena kasus perceraian. "Untuk hari ini dana tali asih dicairkan kepada 240 warga sedangkan Jumat (15/2) diterimakan kepada 236 warga. Sehingga totalnya 476 warga," katanya, Kamis (14/2).

Proses pencairan dana tali asih ungkap Agus, secara umum berjalan lancar, hanya saja ada pihak yang cerai atau ada masalah di internal kelaurganya. Kedua belah pihak menginginkan pencarian lewat desa, sehingga terpaksa ditunda dulu. Nanti setelah ada kesepakatan baru dicairkan, dengan demikian tidak muncul permasalahan di kemudian hari.
Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo menyampaikan terima kasih kepada Kadipten Pura Pakualaman khususnya KGPAA Paku Alam X yang telah memberikan tali asih kepada penggarap PAG yang terdampak NYIA.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Kulonprogo kami menghaturkan terima kasih kepada pihak Pura Pakualaman. Mudah-mudahan pengarem-arem

tersebut menjadi kebaikan Sri Paduka PA X," ungkap Hasto didampingi Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kulonprogo, R Heriyanto SH.

Tentang amanat KGPAA Paku Alam X yang meminta pemkab melakukan pendataan, telah  dilakukan dengan penggalian data, berkoordinasi bersama paguyuban dan telah ditandatangani penggarap baik itu keluasan dan nominal serta sudah uji publik. 

"Data sudah valid dan pemkab hanya memfasilitasinya. Hal itu sudah dijelaskan Pak Bayudono (perwakilan dari  Pura Pakualaman) bahwa tidak ada bunga dari uang Rp 25 miliare. Serta bagi warga yang terdaftar tapi belum berkenan mengambil, tetap terjamin uangnya dititipkan di rekening Pemdes dan nanti pencairannya di Bank BPD," tandas Heriyanto. (Rul)

BERITA REKOMENDASI