54 Bonsai Dipamerkan di Nanggulan

Editor: KRjogja/Gus

KOMUNITAS Pecinta Bonsai Nanggulan (KPBN) Kulonprogo menggelar pameran bonsai, yakni menampilkan 54 tanaman bonsai untuk memeriahkan suasana HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Pameran dilaksanakan di kompleks kantor kecamatan Nanggulan dan ditutup Kamis (24/8/2017) malam.

“Tahun ini pameran kedua kali yang kami laksanakan. Jumlah anggota kami ada 54, mereka sangat antusias menampilkan bonsai-bonsai terbaiknya selama enam hari di even pameran. Setiap anggota hanya dibolehkan  menampilkan satu bonsai,” jelas Ketua KPBN, Wibowo, saat ditemui di sela-sela acara penutupan.

Menurutnya, sampai akhir pameran, ada tambahan 10 pecinta bonsai yang mendaftarkan diri sebagai anggota KPBN. Ia dan pengurus KPBN pun optimis, peminat dan pecinta bonsai di Nanggulan akan semakin banyak dari waktu ke waktu, sehingga pameran serupa diharapkan tak hanya setahun sekali. Ada harapan juga, suatu saat bisa mewujudkan desa wisata dengan ciri khas tanaman bonsai. Setiap rumah memiliki bonsai, lalu ada sentra atau lokasi khusus untuk membudidayakan, ground

(membesarkan) maupun membentuk bonsai.

“Dengan pameran tak hanya menyemangati anggota dalam berkarya membentuk bonsai, tapi juga lebih mengenalkan kepada masyarakat luas seputar bonsai. Selain itu bisa menjadi ajang untuk merekrut anggota  baru bergabung di komunitas kami,” tegas Bowo.

Sebagian anggota maupun pengurus KPBN, lanjutnya, ada juga yang bergabung di komunitas bonsai lain yang meliputi wilayah lebih luas. Satu di antaranya di komunitas Tunggak Mrajak dengan anggota banyak berasal dari DIY dan Jawa Tengah.  Mayoritas anggota KPBN juga aktif berburu bonsai tanaman lokal, antara lain jenis serut, asam Jawa, asam kranji, teh-tehan, duwet, amplas, loa, sigar jalak, sisir dan ileng-ileng.

Beberapa jenis dari tanaman ini bahkan dianggap gulma, sehingga pemilik tanah merasa senang ketika diambil (didhongkel). Namun ketika disuruh bayar, biasa musyawarah sampai terjadi kesepakatan harga. Lain halnya dengan beberapa jenis tanaman impor yang cocok dibonsai, banyak dibudidayakan dengan cara perbanyakan seperti menggunakan biji maupun cangkok batang. Tanaman impor yang biasa dibonsai antara lain hokianti, sianchi, fujida ( black olive), lohansung, mirekel dan kupak landak atau anggur Brazil.

“Ketika diterjuni dengan sebaik mungkin, jagat bonsai dapat menghasilkan rezeki. Tanaman bonsai masih bakalan biasa dibanderol mulai Rp 100.000, lalu bonsai setengah jadi atau pertama kali pengawatan sudah di atas Rp 300.000 perpot,” paparnya. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI