7.771 Warga Kulonprogo Kesulitan Air

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sebagian wilayah Kabupaten Kulonprogo memasuki status siaga kekeringan akibat dampak musim kemarau tahun ini. Warga di wilayah kekeringan harus berbagi air bersih karena sumber air yang ada di wilayah tersebut mulai mengering.

Informasi yang berhasil dihimpun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Senin (12/08/2019), menyebutkan terdapat 4.008 kepala keluarga (KK) atau 7.771 jiwa kesulitan mendapatkan air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

”Dampak musim kemarau sudah dirasakan warga di wilayah yang dilanda kekeringan. Melihat kondisi di lapangan saat ini dapat dikategorikan dalam status siaga kekeringan,” ujar Heppy Eko Nugraha, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo.

Dikatakan, sudah banyak warga melalui kelompok masyarakat atau pemerintah desa setempat mengajukan permohonan bantuan air bersih. Guna mempercepat penanganan, BPBD mengkoordinasikan dengan Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P3A) Kulonprogo.

BPBD mengkoordinasikan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang memiliki pos anggaran droping bantuan air bersih ke warga. ”Warga yang meminta bantuan air bersih masih dapat diatasi secara sektoral,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya telah melaporkan ke Bupati Kulonprogo melalui nota dinas terkait kondisi wilayah dilanda kekeringan tiga bulan terakhir akibat dampak musim kemarau. Prakiraan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus bulan ini.

Dampak musim kemarau yang dialami warga diharapkan dapat segera teratasi. Ribuan warga yang merasakan kesulitan air terdapat di 96 pedukuhan, 23 desa yang tersebar di enam wilayah kecamatan. Sesuai permohonan bantuan air bersih dari kelompok masyarakat dan pemerintahan desa setempat, meliputi di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Kokap, Girimulyo, sebagian di wilayah Pengasih dan Panjatan. (Ras)

BERITA REKOMENDASI