Ada 322 Kasus, DBD di Kulonprogo Meningkat

Gertak PSN

Untuk mengantisipasi peristiwa kematian DBD, pihaknya akan menggelar ‘update knowledge’ atau pelatihan tambahan tentang penanganan cepat DBD kepada petugas medis di seluruh puskesmas di Kulonprogo. Selain itu menggencarkan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (Gertak PSN) meliputi mengubur atau mendaur ulang sampah, menutup seluruh tempat penampungan air dan rajin menguras serta membersihkan bak mandi setiap satu minggu sekali.

Gertak PSN menyasar seluruh masyarakat Kulonprogo, terutama wilayah rawan penyebaran DBD meliputi Kapanewon Panjatan, Wates, Pengasih dan Nanggulan.

“Di sana (wilayah Kapanewon Panjatan, Wates, Pengasih dan Nanggulan-Red.) rawan, karena nyamuk DBD hanya akan hidup di ketinggian kurang dari 500 meter. Kalau lebih dari itu harusnya nyamuk tidak bisa hidup, tapi belakangan di perbukitan juga ditemukan kasus DBD. Kami menduga hal tersebut terjadi karena pemanasan global, suhu di pegunungan makin hangat dan nyamuk DBD bisa beradaptasi di sana,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI