Ada Bandara Baru, Driver Asal Kulonprogo Baru Sebagai Penonton

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Transportasi Online Kulon Progo (TOKP) mengeluhkan adanya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang sudah beroperasional di Temon, sampai saat ini driver yang berasal dari Kulonprogo baru sebagai penonton dan  belum bisa berpartisipasi aktif seperti yang diharapkan. Karena itu, DPRD Kabupaten Kulonprogo minta agar PT Angkasa Pura I jangan monopoli terhadap keberadaan transportasi di bandara.

Hal tersebut terungkap ketika Pengurus TOKP bersama anggota melakukan audiensi dengan Anggota DPRD Kulonprogo, Rabu (28/08/2019), di aula Kresna Gedung DPRD. TOKP diterima Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kulonprogo Akhid Nuryati dan Wakil Ketua Ponimin SE MM beserta semua fraksi yang ada, serta hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kadinas Perhubungan, PT AP I, DPMPT, Bagian Hukum dan Pemerintahan Setda, serta lainnya.  

"Kami ingin mendapatkan dukungan dan solusi terkait sebagai driver online. Yakni mendapat kemudahan dalam menjemput customer di dalam area bandara YIA. Juga aktif dalam penyediaan jasa transportasi luring (luar jaringan)/offline sesuai kebutuhan Bandara YIA," ungkap Budi Susanto, Ketua TOKP.

Budi menjelaskan, TOKP merupakan komunitas yang resmi dari para driver online yang ada di Kulonprogo. "Kami berharap setelah audiensi ini bisa mendapatkan hasil sesuai dengan keinginan dan cita-cita kami warga Kulonprogo yaitu menjadi pemain di rumah sendiri," ucapnya.

Ketua Sementara DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE menyatakan, terhadap keluhan dari TOKP, DPRD minta PT Angkasa Pura I jangan monopoli terhadap keberadaan transportasi di bandara. Karena kalau itu terjadi DPRD tidak segan-segan untuk mengingatkan kembali kesepakatan semula dengan Pemkab maupun DPRD terkait kesejahteraan masyarakat Kulonprogo. "Keluhan dari TOKP agar diakomodir dan dipastikan bahwa 'akan' itu terjamin. Perlu diingat DIY ada bagian Kulonprogo yang ada bandara, itu yang ditagih. Dinas Koperasi terkait UMKM-nya, Dinas Perhubungan dan TOKP agar intens komunikasi dengan Angkasa Pura. Agar semua ada jaminan," tandas Akhid.

Nur Eni Rahayu SE dari Fraksi PKB mempertegas, yang jelas ada keadilan dari PT AP 1 untuk memberlakukan semua pengusaha bergerak di bidang transportasi secara sama. "Persatuan dan kesatuan Kulonprogo selalu terjaga, jangan sampai para pengusaha diadu domba. Kita minta semua diakomodir. Kita tetap mengharapkan nanti langkah riel dari AP 1 terhadap ini. Pembuatan bandara sudah melalui kemudahan-kemudahan bahkan melalui SK Presiden, yang kesemua itu adalah bermuaranya pada kesejahteraan Kulonprogo," kata Eni.

Ditegaskan Priyo Santoso SH dari Fraksi PAN, DPRD untuk segera membentuk tim khusus yang bertugas untuk mengawal keperpihakan keberadaan bandara YIA untuk Kulonprogo. "Di samping itu juga untuk mengawal komitmen Angkasa Pura dalam pengelolaan bandara memprioritaskan keberadaan SDM Kulonprogo serta pemberdayaan masyarakat lokal baik UMKM tenaga kerja serta kesejahteraan masyarakat Kulonprogo pada umumnya," tambahnya. 

Baik Wahyu maupun Susiyanik dari PT Angkasa Pura I akan mengakomodir apa yang disampaikan TOKP maupun Dewan. "Mengawali bandara, masih minim operasional. Baru ada tujuh penerbangan, semula semua maskapai diharapkan sudah dipindahkan ke Kulonprogo pada Oktober, tapi ini diundur Desember mendatang. Semua yang disampaikan TOKP akan diakomodir, sebab saat ini mitra kami juga masih merugi," ujar Susiyanik.(Wid)

BERITA REKOMENDASI