Air PDAM Mengalir Sampai NYIA Maret Mendatang

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Jumantoro SE menegaskan, awal Maret 2019 suplai air bersih ke New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah bisa mengalir meski masih bersifat temporer.

“Pada saat bersamaan, jaringan instalasi utamanya mulai kami bangun,” kata Jumantoro.

Dalam upaya penyediaan suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan operasional NYIA, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman/MoU dengan perusahaan pemrakarsa pembangunan NYIA, PT Angkasa Pura (AP) I pada Desember 2018 lalu. Dalam nota kesepahaman disebutkan PDAM Tirta Binangun yang membangun instalasi jaringan utama air bersih menuju ground water tank (tangki utama air bersih) di dalam area bandara yang saat ini sedang dibangun PT Pembangunan Perumahan (PP)-KSO.

“Instalasi jaringan utama suplai air masih on process. Action-nya mungkin baru awal Maret nanti. Tapi, saluran temporer sudah kami siapkan dan 1 Maret sudah mengalir,” tegasnya.

Menurut Jumantoro, saluran temporer akan menyuplai air ke NYIA untuk tahap awal dengan mengambil air baku dari Bendung Sapon di Lendah. Sedangkan jaringan perpipaan menuju ground water tank pembangunannya ditargetkan selesai pekan ketiga Maret.

Pihaknya memperkirakan, volume kebutuhan air bersih di NYIA untuk masa awal dua tahun operasional yakni 2019-2020 sekitar 14 liter perdetik atau 1.000 meter kubik perhari. Saat ini PDAM mempunyai idle sebesar 24 liter perdetik sehingga kebutuhan air bersih di NYIA bisa terpenuhi untuk periode dua tahun mendatang.

Jumantoro memperkirakan kebutuhan air bersih di NYIA akan meningkat secara signifikan sampai 60 liter perdetik memasuki tahun ketiga operasional NYIA seiring beroperasi maksimalnya sarana transportasi udara tersebut. Dalam menghadapi kondisi itu, PDAM akan memanfaatkan SPAM Kamijoro untuk menambah pasokan air baku.

Dalam hal ini PDAM tetap bertindak sebagai penyalur utama suplai air bersih ke NYIA meskipun Kamijoro rencananya dikelola oleh sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PT AP I, Faik Fahmi usai penandatanganan MoU dengan PDAM Binangun Tirta Binangun akhir 2018 lalu menegaskan, kebutuhan air bersih di NYIA nanti mencapai 400 kubik perhari untuk kapasitas 14 juta penumpang. (Rul)

BERITA REKOMENDASI