Akreditasi A untuk Baznas Kulonprogo

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Akreditasi 93,80 dan Kepatuhan Syariah 94,53 untuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo berdasarkan audit Kantor Kementerian Agama RI Tahun 2018.  Pencapaian ini tidak terlepas dukungan Pemkab, dan kepercayaan dari para ASN, dan muzaki lainnya.

Dikatakan Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid, penghimpunan zakat infaq sodaqoh/sedekah (ZIS) di Kulonprogo mengalami perkembangan pesat. Demikian pula target, tahun 2018 targetnya Rp 3,1 Miliar pencapaiannya Rp 4,2 M atau 133,3 persen.

"Dari tahun 2012 penerimaan ZIS sebesar Rp 1,4 M, dan tahun 2017 sejumlah Rp 2,6 M, maka tahun 2018 naik menjadi Rp 4,1 M. Penghimpunan 2018 kontribusi terbesar dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)," katanya, Selasa (12/02/2019) saat rapat koordinasi (rakor) dengan Unit Pengumpul Zakat Organisasi Perangkat Daerah (UPZ OPD).

Sumber ZIS, dijelaskan Abdul Madjid  terbesar adalah UPZ OPD, BUMD, organisasi vertikal ada 56 UPZ sebanyak 79,8 persen, perorangan 5,5 persen, UPZ Kecamatan dan Kelurahan 13,9 persen, serta lembaga lainnya 0,6 persen. "Sedangkan penyaluran tahun 2018 terbanyak adalah untuk program Kulonprogo Taqwa, disusul Kulonprogo Peduli, Kulonprogo Cerdas, Kulonprogo Makmur dan Kulonprogo Sehat," tuturnya.

Kabag Kesra Setda Kulonprogo Drs H Jazil Ambar Was'an juga mengakui bahwa perkembangan Baznas peningkatannya relatif tajam. "Peran serta ASN utamanya termasuk stake holder lainnya. Tahun ini (2019) ditingkatkan lagi, dengan adanya tambahan penghasilan pegawai (TPP) di Kulonprogo yang akan dinaikkan, maka diharapkan Baznas dapat menangkap peluang tersebut," ujar Ambar sambil menambahkan bila ASN dipotong 2,5 persen untuk zakat jangan dirasakan berat, kalau rutin maka akan terasa ringan karena harta kita sudah dibersihkan. 

Terpisah, Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG (K) mengapresiasi terhadap capaian Baznas tersebut hingga terakreditasi A. "Terima kasih kepada ASN yang telah ber-ZIS. Ke depan ada ASN yang belum zakat dan baru infaq sodaqoh, kita dorong untuk berzakat. Saya mendorong kepada hal positif dan penyaluran dana akan dikembalikan juga  kepada masyarakat, " ungkap Hasto. (Wid)

BERITA REKOMENDASI