Anggaran Rp 700 Juta Disiapkan untuk Warga Miskin

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo Ir RM Astungkoro menegaskan, pemkab menyiapkan anggaran Rp 700 juta untuk warga miskin pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dinonaktifkan oleh pemerintah pusat.

“Kami akan menggunakan sisa anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Rp 700 juta untuk pengobatan warga yang benar-benar miskin yang dicoret dari 13.995 peserta penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan oleh Kementerian Sosial. Pemkab akan mendaftarkan kembali warga yang betul-betul miskin agar mendapat bantuan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dengan biaya APBN,” tegas sekda.

Mekanismenya, ungkap Sekda Astungkoro, puskesmas akan menolak warga yang mampu untuk didaftarkan, sebaliknya kalau warga tersebut benarbenar tidak mampu akan langsung didaftarkan masuk ke Jamkesda dan datanya akan didaftarkan kembali ke Kemensos. Astungkara telah meminta Dinsos dan Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan validasi data warga miskin yang dicoret, setelah itu didaftarkan kembali.

“Sebanyak 13.995 dicoret oleh pusat, yang miskin dan tidak secara otomatis digantikan maka dibiaya APBD sambil menunggu didata dan didaftarkan kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) setempat, Eko Pranyoto mengatakan mengacu Surat Keputusan Kemensos No 79/2019 tentang Bantuan Sosial, ada 13.995 penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari APBN dinonaktifkan. “Penjelasan sementara, mereka dinonaktifkan karena tidak masuk basis data terpadu (BDT),” ujarnya.

Peserta KIS yang dinonaktifkan juga karena identitas mereka tidak sesuai, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat. “Sekarang sedang kami teliti kebenarannya. Hasil sementara, 1.888 peserta PBI BPJS atau KIS ternyata masuk dalam BDT, tapi kami belum mengecek identitas kependudukannya. Kami baru minta ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengetahui apakah identitasnya ada yang salah,” terangnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI