AP I Gunakan Metode Fast Track Bangun Bandara Kulonprogo

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – PT Angkasa Pura I (Persero) tetap optimis pembangunan bandara internasional baru di Temon Kulonprogo rampung sesuai jadwal pada 2019 mendatang, meskipun pembayaran ganti rugi lahan mengalami kemunduran. Sementara itu, pihaknya akan menerapkan metode fast track dalam pembangunan bandara baru tersebut.

 

"Kita akan melakukan percepatan pembangunan bandara di Temon Kulonprogo memakai metode fast track desain-desainnya, semisal satu komponen jadi langsung kita kerjakan dan pararel semua.Pekerjaan pembangunan fisik bandara ini sudah dimulai sekarang seperti pemagaran, penataan kawasan dan pekerjaan yang bisa dikerjakan akan dimulai duluan awal Januari 2017," papar Direktur Teknik PT AP I (Persero), Polana Banguningsih Pramesti di Bangsal Kepatihan, Jumat (25/11).

Polana mengatakan sebenarnya groundbreaking bandara di Temon Kulonprogo ini bisa dilakukaan pada Desember 2016, tetapi Gubernur DIY Sri Sultan HB X menghendaki dilakukan pada Januari 2017 mendatang. Peletakan batu pertama pembangunan bandara baru ini memang mengalami keterlambatan dari jadwal semula November 2016 menjadi Januari 2017 dikarenakan masalah administrasi pembayaran ganti rugi lahan.

"Pembayaran ganti rugi lahan diharapkan akhir November ini selesai karena pembayaran terakhir dilakukan 28 dan 29 November 2016. Kecuali konsinyasi sekitar 1 persen warga terdampak luasan lahan 5 hingga 8 Hektare, pembayaran ganti rugi bandara tahap tiga senilai sekitar Rp 250 miliar selesai akhir bulan ini," tegas Polana.

Pihaknya masih menunggu jadwal dari Presiden Joko Widodo yang sekiranya akan mengawali groundbreaking bandara di Temon Kulonprogo tersebut. PT AP I tetap berkomitmen bandara tersebut bisa beroperasional pada 2019. Pengadaan lahan bandara di Kulonprogo ini merupakan salah satu contoh proses tercepat dibandingkan tempat-tempat lainnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI