Aplikasi Lamikro, Solusi Mengelola Keuangan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Di tengah Pandemi Covid-19, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus memperketat tidak hanya protokol kesehatan, tetapi juga protokol keuangan. Keuangan perlu dimonitor untuk mengetahui kesehatan keuangannya. Salah satu cara untuk memonitor keuangannya dengan melakukan pembukuan.

Sehubungan dengan hal tersebut, tidak sedikit para pelaku UMKM yang menyelenggarakan pembukuannya menggunakan manual, padahal kita sudah memasuki Era 4.0. Oleh karena itu, Andreas Vernando SE MSc, bersama mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), memberikan pelatihan pembukuan digital untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengelola keuangannya. Pelatihan ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 21 dan 28 Februari 2021 lalu.

Menurut Andreas Vernando, pelatihan pembukuan digital ini menggunakan aplikasi atau software akuntansi yang bernama Lamikro. Software ini dibuat oleh Kementerian Koperasi dan UKM dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan untuk EMKM.

“Lebih dari itu, software ini dapat diakses melalui internet baik menggunakan perangkat komputer ataupun menggunakan telepon pintar dan untuk menggunakannya, pengguna tidak dibebani biaya, alias gratis,” ucap dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD kepada KRJOGJA.com, Sabtu (06/03/2021).

Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang peserta, 4 orang di antaranya ialah pelaku UMKM yang bergerak di bidang kerajinan yakni Zein Craft dan di bidang perikanan yakni Agro Mina. Kedua UMKM ini terletak di Kalurahan Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pelatihan ini dimulai dari pembahasan untuk menjawab mengapa pembukuan digital itu perlu dilakukan oleh UMKM.

Tujuan dari pembahasan ini untuk menarik perhatian pelaku UMKM dan memancing para pelaku UMKM untuk berfikir apakah pembukuan digital itu diperlukan oleh usahanya. Setelah mendapatkan beberapa tanggapan dari peserta, maka pembahasan selanjutnya ialah manfaat dan dampak jika pelaku UMKM tidak melakukan pembukuan.

Kemudian, pelaku UMKM dikenalkan dengan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi EMKM. Pembahasan terakhir adalah latihan sistem pencatatan ganda (menjurnal) di software akuntansi Lamikro. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI