Arsip Daerah Jadi Indikator Penilaian Penyelenggaraan Pemda

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Arsip saat ini menjadi perhatian, karena dengan peraturan baru menjadikan arsip merupakan indikator penilaian penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kondisi kearsipan secara umum saat ini di DIY sudah bagus.

“Untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah, arsip memang dinilai. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY akan menilai Kulonprogo dengan besaran nilai 60 persen, sedangkan 40 persen nilai didapatkan ketika Lembaga Kearsipan Daerah Kulonprogo melakukan penilaian terhadap internal organisasi perangkat daerah (OPD),” kata Dra Monika Nur Lastiyani MM Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di sela-sela pembukaan Pameran Arsip dan Pesta Buku Murah Inovatif Terlengkap Kulonprogo di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kulonprogo, Rabu (19/02/2020).

Pameran yang merupakan kerjasama dengan Diva Press dan berlangsung 19 Februari hingga 6 Maret ini dibuka Drs Eka Pranyata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kulonprogo serta didampingi Kepala Dispussip Agus Santosa. Dalam pembukaan tersebut juga diperagakan smart reading (membaca super cepat). Berbagai kegiatan akan digelar dalam acara tersebut diantaranya lomba bercerita, lomba mewarnai, workshop penulisan buku, bursa tanaman dan buah serta lainnya.

Dijelaskan Monika Nur Lastiyani, tahun 2018 Lembaga Kearsipan Sleman juara 1, nasional dan Kota Yogyakarta juara 2, ini merupakan prestasi. “Kita di provinsi belum dapat meraih status juara nasional, karena belum memiliki depo arsip. Sehingga yang harus didorong terhadap pengelolaan kearsipan ini, tentu disamping pengelolaannya perlu pula sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang paling utama adalah penyimpanan,” tandasnya.

Melalui pameran arsip ini, kata Eka Pranyata Staf Ahli Bupati, diharapkan dapat diketahui data-data dan arsip masa lalu hingga ke data-data terbaru. Sehingga akan mempermudah bagi kalangan masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan arsip tersebut, serta dari hal itu akan diketahui perubahan dan perkembangan sebuah peristiwa.

“Sedangkan terhadap pesta buku, perlu diketahui bahwa meskipun melalui media internet, berbagai ilmu pengetahuan serta berbagai informasi mudah diakses, namun demikian, buku cetak masih tetap relevan sampai saat in. Dengan membaca buku bisa menjadi bahan referensi maupun sumber ilmu pengetahuan. Sehingga buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki berbagai keunggulan, dibandingkan dengan yang lain,” ujar Eka. (Wid)

 

BERITA TERKAIT