ASPD Hari Kedua di Kulonprogo Lancar

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Hingga hari kedua pelaksnaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tidak ditemukan kendala berarti. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo menegaskan, pada hari kedua tercatat 4.500 siswa kelas sembilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kulonprogo mengikuti ASPD.

“ASPD bukan penentu kelulusan siswa tapi untuk mengetahui capaian kompetensi siswa selama pandemi Covid-19. Nanti akan terpetakan apakah pembelajaran secara daring antara sekolah satu dan lainnya berjalan seimbang atau terjadi jenjang yang cukup besar atau tidak,” kata Arif Prastowo SSos disela mendampingi Bupati Sutedjo meninjau ASPD di SMP Negeri 5 Wates, Selasa (06/04/2021).

Kalau ternyata terjadi jenjang yang cukup signifikan antara sekolah satu dan lainnya maka hasil ASPD diharapkan mampu menjadi sumber bagi satuan pendidikan di masing-masing sekolah untuk menentukan langkah pada tahun ajaran baru. “Intervensi apa yang akan kita ambil kepada sekolah yang tidak bisa melakukan daring. Bahkan luar jaringan (luring) saja kesulitan. Itu gunanya ASPD,” tegas Arif.

Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri 5 Wates, Boidi menuturkan, hari kedua ASPD, siswanya mengerjakan soal mata pelajaran Matematika, sementara hari pertama siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia,” ungkapnya menambahkan siswa yang mengikuti ASPD sebanyak 148 siswa.

Pihaknya menyiapkan dua ruangan laboratorium komputer untuk dipakai siswa mengerjakan soal ASPD. Sedangkan, waktu pelaksanaan ASPD sendiri dibagi menjadi tiga sesi. Tiap sesi siswa membutuhkan waktu sekitar 100 menit.

“Sesi pertama diisi dengan 50 siswa. Sesi kedua diisi 50 siswa dan sesi terakhir 48 siswa. 50 siswa dibagi dua. Dua ruangan disiapkan bagi siswa di tiap sesinya. Satu ruangan diisi sekitar 20 siswa,” tuturnya.

Selama mengikuti ASPD para siswa diimbau menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19, termasuk kursi dalam ruangan sudah disekat. “ASPD bukan untuk penentu kelulusan melainkan untuk melihat mutu pendidikan siswa selama pandemi Covid-19. Materi secara garis besar tidak sama dengan UNBK. ASPD digelar empat hari dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA,” jelasnya.

Bupati Drs Sutedjo mengingatkan pelaksanaan ASPD harus ketat. Prokes pencegahan penularan Covid-19 senantiasa diterapkan oleh siswa dan para pengajar maupun pengawas. “Saya menyaksikan sendiri sejak siswa datang sampai ke ruang laboratorium komputer, protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dilakukan secara ketat. Bahkan, sekolah telah membentuk satuan tugas Covid-19,” ungkap bupati. (Rul)

BERITA REKOMENDASI