Bahan Kerajinan Makrame Mudah Didapat, Peserta Pelatihan Optimis Bisa Terampil

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Animo puluhan ibu-ibu warga Kapanewon Kalibawang Kulonprogo mengikuti pelatihan pemberdayaan kerajinan makrame atau rajutan yang diadakan BMT Artha Amanah Sanden Kantor Cabang Kulonprogo bekerjasama Lazismu di Pedukuhan Kepiton Kalurahan Banjarasri, Kalibawang cukup tinggi.

“Kami memang semangat mengikuti pelatihan rajutan ini. Karena dapat ilmu baru yang sangat bermanfaat, sehingga nanti kami punya keterampilan dan setelah mahir bisa berinovasi membuat rajutan. Hasilnya dijual untuk menambah perekonomian keluarga,” kata salah satu peserta pelatihan, Kustini di sela pelatihan, Rabu (17/11/2021).

Peserta pelatihan optimis bisa mahir dan mampu mengembangkan hasil karya tangan mereka jadi UMKM. Karena selain bahan baku utama rajutan tersebut mudah di dapat di sekitar tempat tinggal, keterampilan tersebut juga hanya membutuhkan ketelatenan, kesabaran dan kerapian.

“Bahan bakunya gedebok (batang) pisang yang telah diolah, sehingga untuk mendapatkan barangnya tidak sulit, banyak di sekitar kita,” ujarnya.

Ketua Koperasi Syariah BMT Artha Amanah Sanden Cabang Bantul, Bambang Edi Asmoro menjelaskan, pelatihan pemberdayaan kerajinan makrame rangkaian persiapan peresmian BMT Arta Amanah Sanden Kantor Cabang Kulonprogo yang direncanakan awal 2022.

“Pelatihan ini merupakan kegiatan awal kami di Kulonprogo. BMT kami memang konsen pemberdayaan masyarakat dan calon nasabah yang belum punya usaha. Mereka kami fasilitasi agar mempunyai usaha,” jelasnya.

Hasil survei dan assessment, pihaknya melihat kebutuhan masyarakat di Kalibawang, pelatihan pemberdayaan makrame.

“Sehingga kami adakan pelatihan dengan harapan kelak mereka jadi pioner mengembangkan pelatihan dan usaha makrame. Kami berharap kerajinan makrame di Kulonprogo khususnya Kapanewon Kalibawang semakin besar sehingga mampu meningkatkan perekonomi masyarakat,” harap Bambang Edi.

 

BERITA REKOMENDASI