Bandara Baru, Diikuti Aktivitas Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Dengan adanya airport baru di Kabupaten Kulonprogo maka akan memicu muncul aktivitas ekonomi baru pula. Pemkab dan pemangku kepentingan harus bisa memanfaatkannya agar masyarakat bisa menikmati aktivitas ekonomi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan hal itu dalam forum bisnis potensi dan peluang investasi di Kulonprogo yang digelar pemkab setempat di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta, Selasa (12/12/2017). Selain Rudiantara tampil pula Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K), Mochammad Asrori Marketing and Services Director AP I, Hari Santoso Sungkati Deputi Infrastruktur Bekraf.

"Nanti ketika mendarat di Kulonprogo pasti ke Yogya, pariwisata ke Borobudur, Prambanan dan sebagainya. Ini yang bisa dikembangkan adalah point of interest daerah tujuan. Buat para penumpang mampir ke Kulonprogo, itu akan memberikan dampak yg besar," kata Rudiantara.

Menurutnya semua aktivitas ekonomi dalam kaitan dengan bandara adalah karena logistik. Bandara bagian dari logistik, adanya peningkatan arus barang dan orang, sehingga peluang ini yang harus ditangkap pemkab.

"Terkait pergerakan ekonomi ini, Kulonprogo bisa menjadi inisiator kerjasama antara pemkab dan swasta, juga harus melihat kanan kirinya, seperti dengan Provinsi Jawa Tengah atau lainnya. Karena memang banyak yang harus bisa ditangkap oleh pemkab, mengingat pula banyak potensi yang ada di Kulonprogo, apalagi juga sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur," tambahnya.

Sementara Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dalam paparannya menyatakan saat ini Kulonprogo menyiapkan kawasan industri di wilayah Kecamatan Sentolo. "Sentolo ini menjadi segitiga emas yang strategis. Orang mau ke Borobudur lewat Sentolo, ke Purworejo, ke Yogya dan juga nantinya dekat airport," kata Hasto.

Dikatakan Hasto, saat ini merupakan golden periode, kebab bulan ini hingga April atau Mei pemkab membuat Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Para pengusaha harus memanfaatkan golden periode ini untuk menentukan arah investasinya dan masuk tidak dalam RTRW," tandas Hasto.

Bedah Menoreh, ujar Hasto, segera diikuti dengan rencana Taman Nusantara. Seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) namun untuk anjungannya ditampilkan dengan anjungan 40 kerajaan. Ini sudah disampaikan ke Gubernur DIY, dan dari Pemda DIY, pemkab diminta menyediakan lahannya karena akan dianggarkan dalam dana keistimewaan (danais).

"Kita sudah menyanggupinya. Dan kalau kita sudah menyanggupi, maka detail engineering design (DED) tahun 2018 akan dibuat," kata Hasto. (Wid)

BERITA REKOMENDASI